Produktivitas Beras Garut Lebihi Sasaran Namun Harganya Tinggi

0
36 views
Mengangkut Limbah Penggilingan Padi, Berupa Sekam.

 “Ironis Harga Beras Melambung Bersamaan Musim Panen,” ungkap kalangan ibu-ibu, dengan nada ketus, dan sinis.

Garut News ( Rabu, 24/01 – 2018 ).

Mengangkut Limbah Penggilingan Padi, Berupa Sekam.

Realisasi produktivitas beras (Kwintal Hektare) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 2017 berhasil melebihi sasaran. Namun harganya di Pasar Guntur Ciawitali kini masih tinggi berkisar Rp14 ribu hingga Rp14.500 per kilogram.

Padahal sebelumnya bisa diperoleh pada kisaran harga Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram, ungkap Ny. Angga kepada Garut News, Rabu (24/01-2018).

Penduduk Kecamatan Tarogong Kidul tersebut juga mengemukakan, sangat aneh lantaran sekarang musim panen, tetapi justru harga berasnya malahan menjadi mahal.

Beristirahat Sejenak Seusai Panen.

Kepala UPTD Data dan Informasi pada Dinas Pertanian kabupaten setempat, Eti Suharyati katakan pada 2017 produktivitas padi sawah mencapai 69,32 Kwintal ‘Gabah Kering Giling’ (GKG) per hektare.

Sehingga mencapai 104,27 persen dari sasaran 2017 (66,49 persen), bahkan juga mencapai 100,13 persen jika dibandingkan realisasi 2016 (69,23 persen).

Sedangkan realisasi produktivitas padi gogo pada 2017 mencapai 42,88 Kwintal GKG per hektare atau 102,01 persen dari sasaran 42,03 persen, maupun 99,92 persen dibandingkan realisasi 2016 (42,91 persen).

Dikemukakan pula, sejak Januari hingga Desember 2017 luas tanam padi sawah terealisasi 100,28 persen atau 130.112 hektare.

Produksinya mencapai 901.963 ton GKG atau 565.801 ton beras, kemudian padi gogo dari luas tanam 23.148 hektare memproduksi 96.188 ton GKG atau 64.446 ton beras, maka total produksi 2017 mencapai 998.151 GKG atau 630.247 ton beras.

Sehingga produksi beras Kabupaten Garut 2017 mengalami surplus mencapai 291.047 ton beras, karena kebutuhan konsumsi seluruh masyarakat di kabupaten ini 339.200 ton beras.

Disusul dari 81.105 hektare luas tanam jagung bisa memproduksi 606.665 ton, ungkapnya.

“Karena itu, ironis kini harga beras di Garut justru mnenjadi melambung bersamaan musim panen,” ungkap kalangan ibu-ibu termasuk Ny. Hilda juga penduduk Tarogong Kidup dengan nada ketus, dan sinis.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.