Produk Sampah Garut Bisa Meningkat 60 Persen

0
118 views

Garut News ( Kamis, 02/07 – 2015 ).

Bertebaran Tumpukan Sampah Pasar Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).
Bertebaran Tumpukan Sampah Pasar Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).

– Sejak memasuki Puasa Ramadhan 1436 H/2015, kesibukan seluruh petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut menangani sampah di kawasan perkotaan, kian bertambah.

Lantaran, volume sampah di kawasan perkotaan meningkat hingga mencapai sekitar 5-10 persen dibandingkan hari biasa. Bahkan menjelang Lebaran Idul fitri, peningkatan volume sampah bisa mencapai lebih 60%.

“Kenaikan volume sampah ini terbilang lumrah. Terkait peningkatan pola konsumsi masyarakat dan jumlah pendatang selama Ramadhan,” ungkap Kepala Seksi Teknologi Penanggulangan Sampah Bidang Kebersihan DLHKP Garut, Nandang, Kamis (02/07-2015).

Dikemukakan, volume sampah terangkut dari kawasan perkotaan saat ini mencapai rata-rata sekitar 516 kubik per hari. Jenisnya didominasi sampah domestik rumah tangga, sampah pasar, dan kemasan pembungkus makanan/minuman.

Kawasan perkotaan masuk pada layanan angkutan sampah DLHKP itu, antara lain Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, sebagian Tarogong Kaler, Karangpawitan, dan sebagian Kecamatan Banyuresmi.

Mengantisipasi tak terangkutnya sampah-sampah ini, sistem rotasi pengambilan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diintensifkan. Biasanya 2-3 rit menjadi 4-5 rit per hari.

Juga, saling meng-cover kendaraan angkutan sampah selesai mengangkut menangani tumpukan belum sempat diangkut kendaraan lain.

Kendati kondisi armada kendaraan angkutan sampah dimililki DLHKP terbilang mengkhawatirkan. Sebab dari 34 unit armada angkutan, sekitar 75% di antaranya berusia sekitar 20 tahun lebih. Sehingga mendesak dilakukan peremajaan.

“Kalau malam takbiran, seluruh petugas dan kendaraan dikerahkan, termasuk alat berat. Berlangsung sejak tengah malam hingga subuh. Bahkan pada hari H Lebaran juga, sebagian petugas kita bertugas di lapangan,” ujar Nandang.

Jumlah petugas kebersihan siap diterjunkan tangani sampah sekitar 250. Ditambah sekitar 60 pasukan kuning Srikandi, atawa petugas kebersihan kaum hawa.

Dia juga mengingatkan masyarakat, agar membuang sampah tepat waktu dan tepat tempat. Lantaran hingga kini kesadaran masyarakat terkait penanganan sampah masih belum sesuai harapan.

“Memang masih perlu upaya lebih maksimal, sosialisasi lebih optimal agar warga sadar membuang sampah tepat waktu tepat tempat. Sehingga kita juga mudah mengangkutnya,” imbuhnya, menyerukan.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here