Produk Beras Garut Kerap Sulit Diperoleh

by

Garut News ( Selasa, 10/03 – 2015 ).

Menjemur Bulir Padi.
Menjemur Bulir Padi.

Produk beras Garut kerap sulit diperoleh, meski kini harga bahan pokok tersebut mulai menurun.

Lantaran beras Garut banyak menembus pangsa pasar di luar kabupaten.

Proses Penggilingan Bulir Padi.
Proses Penggilingan Bulir Padi.

Mengindikasikan kalangan pedagang pengepul atawa bandar, lebih tertarik menjual komoditi tersebut ke luar daerah, di antaranya ke Bandung, Bekasi dan Jakarta.

Sebab dipastikan dijual ke luar daerah harganya bisa lebih mahal, maupun lebih bernilai ekonomi tinggi.

Sehingga dalam bebarapa hari terakhir, banyak penggilingan padi tak menjual beras eceran, karena diindikasikan padi digiling itu milik kalangan bandar.

Sarat Menggiling Padi Milik Bandar.
Sarat Menggiling Padi Milik Bandar.

Dalam pada itu, pasokan beras dari Banjar, Singaparna, Tasikmalaya, serta produk beras lokal ke Pasar Ciawitali Guntur, Garut, hampir sejak sepekan terakhir mulai melimpah.

Sehingga harga bahan pokok ini, juga mulai menurun, ungkap Kepala UPTD Pasar pada Disperindag kabupaten setempat H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis (05/03-2015), mereka katakan pasokan produk beras lokal antara lain berasal dari wilayah Kecamatan Sukawening, Wanaraja, dan dari Kecamatan Cibatu.

Proses Pengemasan.
Proses Pengemasan.

Sehingga beras jenis IR 64 kualitas satu semula sempat bertengger pada harga Rp12 ribu per kilogram, namun kini bisa diperoleh dengan harga Rp10.500 per kilogram.

Kemudian IR 64 kualitas dua, semula berharga Rp11 ribu menjadi Rp9 ribu per kilogram, katanya.

SedangkanĀ  beras jenis setra dan jembar, semula Rp12 ribu menjadi Rp11.500 per kilogram, namun beras jenis pandan wangi masih tetap bertahan pada harga Rp12 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp11 ribu per kilogram.

Lantaran beras Cianjur itu, selama ini dinilai paling berkualitas, katanya pula.

Proses Pengangkutan.
Proses Pengangkutan.

H. Dayat beserta Akhmad wahyudin juga katakan, harga telur ayam ras menurun pula dari semula Rp21 ribu menjadi Rp19 ribu dan kini bisa diperoleh dengan harga Rp18 ribu per kilogram.

Ayam ras semula Rp27 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, gula pasir semula Rp9 ribu menjadi Rp8.800 per kilogram.

Mereka katakan pula, kemungkinan April mendatang bisa kembali terjadi penurunan harga beras, menyusul berlangsungnya puncak panen raya produk mata dagangan ini.

Didesak pertanyaan Garut News, H. Dayat menyatakan pula, jika ada instruksi siap menyosialisasikan kebijakan pimpinan mengenai rencana renovasi Pasar Ciawitali Guntur, atawa pemindahan lokasinya.

Disusul laporan telaahan staf, katanya.

*********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.