Pria 57 Tahun Tumbangkan Pertahanan Garut Zero Covid-19

0
28 views
Wabup Garut (kanan), Berbincang Serius Dengan Kepala Dinas Sosial.
Ricky R Darajat, SH (kanan), Bersama Kepala Diskominfo Kabupaten Garut.

“Waspadai 1.016 ODP, PDP, Konfirmasi Positip”

Garut News ( Selasa, 31/03 – 2020 ).

Diumumkannya temuan positif terjangkit Covid-19 pada pria berusia 57 tahun penduduk Kampung Bojong RT. 05/06 asal Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja, menumbangkan pertahanan Kabupaten Garut yang selama ini maksimal berupaya memertahankan zero positip corona.

Sehingga Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman seusai rapat terbatas Forkopimda setempat, Selasa (31/03-2020) sore, menyerukan agar setiap seluruh penduduknya semakin mewaspadai penyebaran penularan virus yang mematikan tersebut.

Selain senantiasa menjaga jarak kontak sosial, menghindari kerumunan juga berpola hidup bersih, dan sehat guna memutus rantai penyebarannya.

Sedangkan tindak lanjutnya antara lain meliburkan pasar berdekatan lokasi penularan selama beberapa hari termasuk mengisolasi sementara lima wilayah kecamatan untuk antara lain dilakukan upaya sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinpektan.

Pertama kalinya, Pemkab setempat/Tim Gugus Tugas Penangan Covid 19 Kabupaten Garut mengumumkan satu kasus temuan positif Covid-19 disampaikan langsung Bupati Rudy Gunawan, Selasa, bersamaan kepungan zona merah di Jawa Barat.

Pasien yang masih dirawat di ruang isolasi RSU dr Slamet tersebut, ungkap Bupati berkondisi membaik. Berasal dari kecamatan tempat rumah tinggal pribadi Rudy Gunawan, diduga kuat terpapar sewaktu di Jakarta merupakan zona merah corona.

Dia pekerja di Pasar Mester Jatinegara Jakarta, tiba di kampung halamannya Wanaraja pada 21 Maret 2020, merasa tak enak badan dan memeriksakan diri ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSU dr Slamet dirawat di ruang isolasi, beberapa waktu kemudian dinyatakan positif Covid-19.

“Waspadai 1.016 ODP, PDP, Konfirmasi Positip”

Ilustrasi.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 kabupaten setempat, Ricky R Darajat, SH detail mewartakan perkembangan hingga, Selasa 31 Maret 2020, pukul 16.30 WIB.

Dikemukakan, ditemukannya satu kasus Covid-19 Positif semula berstatus PDP menjadi positip pada 30 Maret 2020 sekitar pukul 22.00 WIB atas laporan dari Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Konfirmasi positif ini, ditetapkan sebagai kasus konfirmasi pertama di Garut,
dan diberi nama Kasus Konfirmasi pertama (KC-1).Kondisi KC-1 ini, sejak 23 Maret 2020 ditangani di ruang Isolasi RSUD dr. Slamet.

KC-1, Laki-laki 56 tahun dengan riwayat perjalanan sebelumnya dari Jakarta, dan
sebagai pedagang di Pasar Kramatjati Jakarta Timur, pada 21 Maret 2020 pulang ke rumahnya Garut berkondisi sakit (batuk, pilek, demam, dan sesak) sejak dari Jakarta.

Pada 21 Maret KC-1 memeriksakan diri dirawat di klinik dekat rumah tinggalnya hingga 22 Maret, pulang dari klinik ke rumah saudaranya. Pihak klinik 23 Maret berkomunikasi dengan Puskesmas wilayah kerjanya, untuk dilakukan pemantauan berstatus ODP.

Petugas Puskesmas merespon untuk pelacakan kasus ke lokasi, dan didapatkan hasil bahwa kondisi KC-1 menurun. Tim Puskesmas langsung komunikasi dengan tim Dinkes dan rumah sakit.

Kesimpulannya KC-1 segera dirujuk ke RSUD dr. Slamet dengan status menjadi PDP,
pada 25 Maret 2020, sampel berhasil diambil dan dikirim ke Laboratorium rujukan
provinsi Jawa Barat di Bandung.

Pada 30 Maret 2020 hasilnya keluar dan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi positip pertama di Kabupaten Garut.

Maka Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut melaksanakan koordinasi tentang langkah, upaya, dan strategi yang dilakukan untuk mengatasi kasus
konfirmasi tersebut.

Beberapa upaya disepakati dan segera harus dilakukan sebagai berikut, Melakukan pelacakan dan surveilans (tracing) kepada orang dengan kontak erat
risiko tinggi di enam titik tempat pernah KC-1 singgahi.

Melakukan rapid test pada kontak erat risiko tinggi di enam titik tempat. Jika hasil rapid test pada kontak dinyatakan Negatif, dan dilakukan isolasi di rumah masing-masing.

Apabila Positif, maka akan dilakukan isolasi di rumah sakit. Melakukan upaya social dan physical distancing secara efektif, berupa semua warga tak diperbolehkan keluar dari rumah masing-masing pada lima kecamatan.

Terdiri Kecamatan Wanaraja, Karangpawitan, Sucinaraja, Pangatikan, dan Banyuresmi;
Tidak boleh ada kerumunan atau acara melibatkan banyak orang (massa);
Penutupan sementara pasar dan pertokoan rencana dimulai 2 hingga 4 April
2020.

Koordinasi rencana penutupan seluruh perkantoran di lokasi dekat dengan
domisili kasus, dan himbauan untuk melaksanakan ibadah di rumah termasuk menunda kegiatan rutin pengajian di tempat ibadah.

Hasil tracing dan Rapid Test pada kontak erat risiko tinggi di lokasi KC-1, diperoleh
28 orang yang dilaksanakan rapid test dan semuanya dinyatakan negatif.

Sedangkan total ODP, PDP dan Konfirmasi positip sampai hari ini mencapai 1.016
kasus, terdiri ODP : 999 kasus (248 kasus baru, 49 dalam pemantauan, 42 selesai
pemantauan, dan 908 dalam pemantauan).

PDP : 16 kasus (8 kasus sedang dalam perawatan dan 8 kasus selesai
pengawasan), konfirmasi + : satu kasus dalam perawatan.

Dengan ditemukannya kasus konfirmasi + hari ini, maka terus menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga diri serta keluarganya dengan menerapkan Social dan Physical Distancing, serta PHBS.

Sering-seringlah mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, jadilah pahlawan diri sendiri dan keluarga masing-masing. Karena upaya inilah yang dinilai sangat efektif mencegah penularan Covid-19, imbuh Ricky R Darajat.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here