Presiden Diminta Tak Lindungi Ahok

0
42 views
Presiden RI dan Rombongan Ketika Lintasi Jembatan Cimanuk Garut, Jabar.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 02/11 – 2016 ).

Presiden RI dan Rombongan Ketika Lintasi Jembatan Cimanuk Garut, Jabar.
Presiden RI dan Rombongan Ketika Lintasi Jembatan Cimanuk Garut, Jabar.

Keluarga Besar “Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam” (PB HMI) meminta Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin yang tegas, adil, dan bijaksana bagi masyarakat Indonesia, dengan tak melindungi Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dari jeratan hukum atas dugaan kasus penistaan Agama Islam.

“Kepolisian Republik Indonesia” (Polri) sebagai aparat penegak hukum, juga harus segera melakukan proses penindakkan hukum terhadap Ahok dengan seadil-adilnya.

Demikian ditandaskan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, dan Sekretaris Jenderal Amijaya sebagai pernyataan sikap PB HMI melalui siaran pers yang disampaikan, Rabu (02/11-2016).

Pada pernyataan sikapnya, PB HMI juga meminta seluruh masyarakat tetap bersikap tenang, menjaga kondusivitas, tak terprovokasi, serta tak melakukan tindakan provokatif yang melebar kepada konflik sosial, suku, dan agama yang bisa mengganggu keutuhan “Negara Kesatuan Republik Indonesia” (NKRI).

Seluruh anggota kader HMI Cabang se-Indonesia pun diinstruksikan turun menggelar aksi serentak pada 4 Nopember 2016 di daerahnya masing-masing dalam mendorong proses penegakkan hukum terkait kasus penistaan agama diduga dilakukan Ahok.

Dalam pernyataan sikap disepakati berdasar hasil rapat bersama PB HMI, dan Pengurus HMI Cabang se-Jabotabek di Sekretariat PB HMI Jl Sultan Agung 25 Jakarata, Selasa (01/11-2016) itu, PB HMI menyatakan kemajemukan bangsa Indonesia modal dasar harus senantiasa dijaga, dirawat dan dipertahankan semua kelompok.

Negara melalui pemerintah harus menjamin dan bertanggung jawab atas terwujudnya keutuhan NKRI dalam bingkai kemajemukan tersebut.

Sehingga siapapun yang dengan sengaja mengusik dan mencoba merusak tatanan kemajemukan bangsa maka negara harus bersikap tegas memprosesnya secara hukum tanpa tebang pilih, dan tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku.

Berkaitan Ahok, bersangkutan secara jelas dan sengaja mengusik dan mengganggu salah satu tiang kemajemukan bangsa, yaitu dengan menistakan Agama Islam mengakibatkan adanya kegaduhan, mengganggu keutuhan NKRI, dan mengganggu stabilitas nasional yang bisa mengancam integrasi bangsa.

*********

(nz, jdh).