Preman Pensiun Simak Metode ‘Kauny’ Menghafal Al Qur’an.

0
105 views
Mengaplikasikan Metode 'Kauny'.
Mengaplikasikan Metode ‘Kauny’.

“Menghafal Al Qur’an Semudah Tersenyum di Ma’had Tahfizhul Qur’an Yadul ‘Ulya”

Garut News ( Sabtu, 02/03 – 2019 ).

Foto berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu ( 02/03 – 2019 ), memotret keterpanaan Sutradara Preman Pensiun, Aris Nugraha beserta para pemerannya ketika menyimak kepiawaian santri Ponpes Modern Digital Yadul ‘Ulya,  mengaplikasikan metode ‘kauny’ berupa menghafal dengan gerakan pada seluruh surat dalam Al Quran.

Terpana Kagum Menyimak Aplikasi Metode “Kauny”.

Keluarga besar Preman Pensiun di antaranya Deny Firdaus, Andra Manihot, Kang Ica Naga, Dedi Moch Jamasari, Abenk Marco, M Fajar Hidayatullah, serta Kris Tato tersebut menyaksikan metode ‘kauny’ ketika mereka menghadiri khitanan massal, dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ponpes itu, Sabtu (01/03-2019).

Bahkan Preman Pensiun pun menjadi donatur pembangunan Masjid tiga lantai ini, terdiri lantai dasar sebagai wahana pertemuan silaturahim, lantai dua merupakan ruang utama masjid, serta lantai tiga sebagai wahana shalat kaum perempuan, diagendakan memerlukan kebutuhan dana mencapai Rp4 miliar.

“Menghafal Al Qur’an Semudah Tersenyum di Ma’had Tahfizhul Qur’an Yadul ‘Ulya”

Ponpes Modern Tahfidz Quran Yadul Ulya di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat,

Pimpinan Ponpes tersebut M. Angga Tirta katakan, penerapan metode itu pada lembaga pendidikan keagamaan yang merupakan Pondok Tahfiz dan Digital ini, agar pelajaran mengaji Al Quran lebih mudah dicerna beserta artinya sejak anak usia dini.

Sutradara Preman Pensiun, Aris Nugraha, Mengapresiasi Positip Kiprah Ponpes Modern Digital Yadul ‘Ulya.

“Agar bisa menghafal Al Qur’an Semudah Tersenyum di Ma’had Tahfizhul Qur’an Yadul ‘Ulya,” imbuh Angga Tirta.

Dikemukakan, kegiatan rutin setiap harinya tersebut berlangsung bada Shalat Ashar dengan 20 – 40 peserta mulai anak balita, remaja hingga usia dewasa.

Bersama di Ponpes Modern Digital Yadul ‘Ulya Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat.

Sedangkan setiap Sabtu malam mulai bada Shalat Maghrib berlangsung pengajian serta ceramah dengan 20 – 90 peserta remaja, dan pemuda ‘Ireng’ (Ikatan Remaja Neangan Ganjaran/kelompok remaja pencari berkah) Panawuan.

Berlangsung hingga menjelang tengah malam, lantaran sekaligus digelar diskusi pemberdayaan ekonomi bernuansakan Islami bagi kalangan remaja, dan pemuda.

Al Qur’an Menjadi Inspirasi Pemikiran, dan Sosial Kemanusiaan Berkeadaban Guna Mewujudkan Peradaban Agung.

Mereka juga dimotivasi bisa menggulirkan ragam inovasi dan kreativitas kemandirian berwirausaha, sekaligus dapat dimilikinya pemahaman serta pemikiran ‘bernas’ menyikapi setiap perkembangan usaha yang berdaya saing.

Helatan itu pun, ungkapnya, sejalan dengan program utamanya terdiri Hapal Al Qur’an, kemudian pelatihan teknologi informasi melalui pembekalan keterampilan bisnis online.

Preman Pensiun.

M. Angga Tirta mewakili Komunitas wirausaha “Tangan Di Atas” (TDA) kabupaten setempat menjelaskan, Ponpes Tahfiz Qur’an ini diperuntukan utamanya bagi anak yatim, dan dhuafa.

Diingatkan pula, muhasabah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya. Merupakan salah satu sarana yang bisa mengantarkan manusia mencapai tingkat kesempurnaan sebagai hamba Allah SWT, Amien ya Rabbal Alamien.

Keluarga Besar Preman Pensiun.

“Sehingga rangkaian kegiatan bermuhasabah, hendaknya pula bisa diselenggarakan pada setiap kesempatan atau tak hanya menjelang pergantian tahun masehi,” imbuh Angga Tirta, menambahkan.

M. Angga Tirta Bersama Aris Nugraha, Mengembangkan Paradigma ‘Qira’ah Waiyah’ Menjadi ‘Harakah Ilmiah’ Wa Insaniyah. (Gerakan Ilmu dan Kemanusiaan).

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman menyatakan Pemkab setempat sangat mendukung keberadaan juga pembangunan Masjid Ponpes Modern Digital Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat.

Menghatamkan Qur’an Dibarengi Proses Kognisi (Pemahaman), Afeksi (Penyadaran dan Penghayatan), Serta Psikomotorik (Aktualisasi dan Pengamalan).

Lantaran sejalan dengan Visi kabupatennya, “Garut yang Bertaqwa, Maju dan Sejahtera”. Sehingga sangat diharapkan lembaga pendidikan keagamaan ini bisa menjadi rujukan bagi Ponpes lainnya di Kabupaten Garut bahkan di Indonesia.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here