Praktisi Komunikasi Tergiur Kemandirian Ponpes Yadul ‘Ulya

0
18 views
Drs Dik Dik Hendrajaya, M.Si (tengah) Bersama Rekannya di Masjid Kampus Peradaban Ponpes Yadul 'Ulya.
Lintasi Bukit Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

“Tertarik Perkembangan Ragam Inovasi Kreativitas”

Garut News ( Kamis, 04/06 – 2020 ).

Praktisi komunikasi juga mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Drs Dik Dik Hendrajaya, M.Si antara lain katakan apreasiasi sekaligus tergiur untuk memelajari kemandirian ekonomi Ponpes Yadul ‘Ulya.

Lantaran pada Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an modern digital tersebut, memiliki ragam kewirausahaan mandiri di antaranya berupa edukasi wisata Domba Garut, Pusat Jajanan Pesta Baso Aci dan Sembako.

Sejenak Berwisata Religi di Ponpes Yadul ‘Ulya.

Bahkan hingga pengembangan peternakan black soldier fly (lalat tentara hitam), guna memenuhi kebutuhan nutrisi tinggi pakan peternakan lele, ikan dan ayam dengan ulat maggot atau belatung black soldier.

Pembudidayaan belatung itu, selain bisa mengurangi volume sampah organik juga telur lalatnya berharga jual tinggi. Maggot pun dapat diolah menjadi maggot beku, maggot kering, tepung ikan dan lainnya sebagai pakan alternatif berprotein tinggi.

Pengembangan Peternakan Black Soldier Fly (lalat tentara hitam).

“Seekor lalat bisa memproduksi 500-700 butir telur, guna menghasilkan satu gram telur diperlukan 14 hingga 13 ekor lalat. Malahan sampah organik dimakan maggot menjadi kompos,” ungkap Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta kepada Dik Dik Hendrajaya, Kamis (04/06-2020).

Pada lingkungan Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya terdapat pula peternakan itik yang kebutuhan nutrisinya tinggi, juga bisa terpenuhi dengan pakan maggot.

Drs Dik Dik Hendrajaya, M.Si Presentasikan PPID, yang dijadikan sasaran penelitian mahasiswi dari salah-satu perguruan tinggi swasta ternama di Kota Bandung. Pada, Ahad (19/04–2015). 

Dipastikan dengan memanfaatkan maggot sebagai pakan ternak, secara ekonomi dapat menguntungkan lantaran ternak lebih cepat besar, sehat, dan bernilai jual tinggi pula, malahan produk maggot ini bisa dijadikan komoditi ekspor sebagai bahan baku kosmetika, imbuh M. Angga Tirta pula.

Dalam rangkaian kunjungannya ke Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul ini, Dik Dik Hendrajaya bersama rekannya juga katakan ketertarikannya terhadap beragam inovasi serta kreativitas yang berkembang.

Kilau Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya Garut di Malam Hari.

Sehingga bakal kembali mengagendakan kunjungannya kembali, sekaligus menyaksikan manfaat proses operasional instalasi biogas kotoran ternak, serta rencana pemanfaatan energi matahari melalui panel Solar Cell pada Ponpes/Kuttab tersebut.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here