PPP Garut Intens Berkonsolidasi Kader Partai

0
258 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 04/11 – 2015 ).

K.H Abdurahman Al Qudsi.
K.H Abdurahman Al Qudsi.

Dikabulkannya kasasi DPP “Partai Persatuan Pembangunan” (PPP) kubu Djan Faridz, oleh Mahkamah Agung (MA). maka pengurus dan kader partai berlambang kabah tersebut, intens berkonsolidasi internal, termasuk PPP di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Di Garut juga terdapat dualisme kepengurusan. Kubu Romahurmuziy (Rommy) di bawah kepemimpinan Lucky Lukmansyah Trenggana mendeklarasikan perubahan DPC PPP menjadi DPD PPP Kabupaten Garut.

Sedangkan kubu Djan Faridz di bawah kepemimpinan KH Abdurrohman Al Qudsi tetap bertahan pada format kepengurusan DPC PPP Kabupaten Garut.
Sehingga DPC PPP Garut pun gencar melakukan konsolidasi dan membentuk kepengurusan tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) pada 42 kecamatan.

“Kepengurusan PAC di 42 kecamatan selesai dibentuk, sesuai instruksi DPP. Saya ditugaskan sebagai Ketua DPC PPP oleh DPW karena di DPC terjadi kekosongan pengurus menyusul dideklarasikannya kepengurusan Lucky Lukmansyah menjadi DPD,” kata Abdurrohman Al Qudsi, Selasa (03/11-2015).

Dikemukakan, langkah ke depan dilakukan bergantung instruksi, petunjuk, dan putusan DPP PPP kubu Djan Faridz. Termasuk menyangkut beredarnya isu kegerahan enam anggota DPRD Garut dari Fraksi PPP karena terancam pergantian antarwaktu (PAW), bahkan pemecatan keanggotaan partai. Juga pembekuan kepengurusan DPD PPP Garut bentukan Lucky Cs.

“Nasib mereka tak ditentukan osaya maupun Lukcy Lukmansyah. Tetapi ditentukan sikap, dan pribadi masing-masing anggota DPRD,” tandas Abdurohman.

Ancaman PAW atau pemecatan terhadap keenam legislator Fraksi PPP itu, mengemuka lantaran sikap mereka dinilai tak mengindahkan instruksi kesetiaan kepada DPP PPP kubu Djan Faridz. Mereka bahkan bergabung dengan PPP kubu Rommy, dan mendeklarasikan DPD PPP Garut.

“Jadi soal PAW atau pemecatan itu bukan keinginan atau keputusan DPC. Tetapi itu pilihan mereka sendiri. Bagaimana praktiknya nanti? Itu diserahkan pada putusan DPP,” tegasnya pula.

Ditanya soal kemungkinan rekonsiliasi dengan pihak Lucky CS, Abdurrohman menyatakan pihaknya selalu terbuka pada siapapun. Apalagi terhadap sesama kader PPP.

“Hanya, tentu harus paham. Yang namanya masbuq (ketinggalan di belakang), tentu tak bisa jadi imam di depan,”┬áimbuhnya, menyindir.

Dikemukakan pula, dalam upaya konsolidasi organisasi dan kader setelah ada putusan MA, DPW PPP Jawa Barat kubu Djan Faridz akan menggelar Rapat Pimpinan Wilayah PPP pada 8 November 2015.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here