Darul Arqom Dikejutkan Temuan Penularan Pandemi Corona

0
7 views
Lounching Waqaf 40.000 Mushaf Al Quran, Sabtu (24/02-2018).

“Meski Ketat Terapkan Prokes”

Garutnews ( Jum’at, 27/08 – 2021 ).

Bersamaan melandainya pandemi Corona di Kabupaten Garut, pembelajaran tatap muka (PTM) 2021/2022 pada sekolah di kabupaten setempat, Juli 2021 mulai dibolehkan dengan prokes ketat. 

Demikian pula PTM di Ponpes Darul Arqom (PPDA) Muhammadiyah Garut yang sejak setahun terakhir hanya menyelenggarakan KBM daring lantaran wabah Covid-19. Dengan 93,70 persen orangtua santri pun menyetujui dilaksanakannya PTM tersebut.

Meski PPDA berprotokol kedatangan santri masuk kembali pesantren terbilang ketat dengan menerapkan prokes ketat. Bahkan sebelum masuk, seluruh santri wajib mengisolasi mandiri di masing-masing rumahnya selama lima hari, sesuai gelombang kedatangan. Sedangkan para santri berdatangan mulai 24 Juli hingga 10 Agustus 2021.

Setiap harinya, sekitar seratus santri datang ke pesantren, dilakukan skrining kesehatan dan tes swab antigen terlebih dahulu oleh Tim Kesehatan klinik Darul Arqam. Sedangkan ortunya hanya menunggu di kendaraan.

Santri hasil swab negatif dibolehkan masuk, barang bawaan disterilisasi, dan ortu dipersilahkan pulang. Bagi santri hasil swab positif diobati, dan kembali dipulangkan agar melakukan isoman) di rumah. Selesai isolasi, santri boleh ke ponpes dengan dites swab antigen terlebih dahulu.

“Pada saat kedatangan santri, diperoleh hasil swab antigen 1.224 orang negatif, dan lima positif. Kelimanya dipulangkan dan isoman di rumah masing-masing,” 

Tak hanya santri, memulai PTM itu, seluruh 135 pegawai PPDA juga diskrining/diswab antigen, yang dengan hasil seluruhnya negatif.

Namun, kendati dilakukan skrining ketat terhadap para santri, dan pegawai PPDA. Belum juga PTM dimulai, PPDA dikejutkan dengan penemuan kasus penularan Covid-19.

Mudir/Pimpinan PPDA Muhammadiyah Garut Ayi Muhtar katakan, kejadian berawal 8 Agustus 2021, seorang santri bergejala demam, batuk, pilek, dan hilang penciuman berobat ke Klinik Darul Arqam.

Saat dilakukan tes swab antigen, hasilnya positif. Tim Klinik DA pun melakukan pelacakan kontak erat, dan diperoleh tujuh positif.

Kemudian pelacakan dilakukan lebih luas ke seluruh santri, petugas catering, laundry, dan pedagang di kantin dengan dukungan rapid antigen dari LazismMu Pusat sebab kasus positif bertambah.

Mereka terkonfirmasi positif diisolasi di ruang isolasi yang disiapkan PPDA. Demikian pula kontak erat dilakukan karantina.

“Total santri terpapar ada 73 orang. Sembilan orang selesai isolasi di pesantren. Sedangkan 64 disarankan Dinkes diisolasi terpadu di Rusunawa Gandasari. Namun akhirnya, diisolasi di Rusunawa itu 53,” ungkap Ayi Muhtar, Jum’at (27/08-2021).

Dikemukakan, penanganan kasus Covid-19 tersebut, kegiatan pengasuhan dan pembelajaran tetap berjalan seperti biasa dengan prokes ketat, dan tak ditemukan kasus baru.

PPDA selalu berkomunikasi, dan menginformasikan perkembangan anak secara formal melalui surat, zoom meeting maupun informasl kepada ortu, BPP, Posdam, dan Persyarikatan. Komunikasi dan koordinasi dengan Satgas Kecamatan Cilawu juga terus dilakukan.

“Ini mungkin musibah tak bisa diduga dan dicegah. Padahal pihak Pondok berikhtiar maksimal. Maka kami juga sangat mendukung langkah-langkah penanganan dijalankan pihak Pondok. Apalagi santri positif itu kondisinya baik-baik saja. Enggak ada bergejala berat,” ujar Ketua Persatuan Orang Tua Santri Darul Arqam Muhammadiyah (POSDAM) Yadi Janwari disertai Sekretaris Enjang Tedi.

Karena itu, Enjang pun katakan, para ortu juga heran atas kabar pada sejumlah media massa serta medsos yang dalam beberapa hal tak sesuai faktanya. Seakan PPDA abai terhadap prokes, pencegahan dan penanganan Covid-19.

Padahal semuanya dijalankan sesuai SOP, bahkan disepakati pihak ortu santri. Seluruh santri disebut-sebut membawa hasil swab antigen negatif sendiri. Padahal semuanya diswab di pesantren.

“Anak-anak juga cepat pulihnya. Di antara 53 santri dipindahkan isolasi ke Rusunawa tersebut sebenarnya banyak memasuki akhir masa isolasi 10-14 hari. Namun pihak Dinkes menghitungkan semuanya diisolasi dari awal. Diperkirakan mereka bisa pulang 28 Agustus dan 1 September 2021,” kata Enjang.

Belum diketahui dari mana sumber penularan virus menginfeksi para santri PPDA itu.

“Belum tahu dari mana. Tetapi peristiwa ini kan terjadinya sebelum PTM dimulai. Jadi masih ada kemungkinan keluar masuk pihak dari luar. Jadwal kedatangan terakhir gelombang santri itu 9-10 Agusutus. Sedangkan kejadiannya 8 Agustus,” katanya.

*****

Abisyamil/Ilustrasi Fotografer : John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here