Potret Rebutan Sumber Air Panas Alami Guntur

0
3 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 31/10 – 2015 ).

Gunungapi Guntur.
Gunungapi Guntur.

Inilah potret semrawutnya pemasangan jaringan distribusi pipa paralon.

Memerebutkan pasokan sumber air panas Gunungapi Guntur.

Pada seputar kawasan Wisata Cipanas Garut, Jawa Barat.

Menyusul selama ini kian deras terus-menerus bertambahnya pembangunan hotel atawa obyek wisata lainnya, di wilayah obyek wisata Unggulan Garut tersebut.

Sehingga empang serta areal persawahan sekitarnya, kian menyusut bahkan semakin terancam punah pada beberapa tahun mendatang.

Semrawut.
Semrawut.

Lantaran pendirian penginapan pun, juga kian merebak-marak nyaris menyerupai perkembangan tumbuhnya jamur di musim hujan.

Seluruhnya sangat memerlukan sumber air panas alami, meski wilayah itu merupakan zona bahaya satu, jika sewaktu-waktu terjadi letusan Gunungapi Guntur.

“Raksasa Tidur”

Padahal ingga Kini Selama 168 Tahun Beristirahat (1847 – 2015), Meski Sesekali Kerap Menggeliat, Mengingatkan Raksasa Ini Ada Namun Masih Terlelap tidur”, berkondisi semakin parahnya kondisi lingkungan Gunungapi ini.

Dipasang Permanen.
Dipasang Permanen.

Lantaran, selain sumber daya air panasnya berkualitas terbaik, semakin diperebutkan, Juga potensi pasir, dan batu termasuk endapan lahar dinginnya, semakin terus-menerus digerogoti aktivitas penambangan.

Bahkan, kini memiliki banyak titik lokasi dicemari produk pembuangan beragam jenis sampah.

Termasuk limbah belum diolah dari industri penyamakan kulit, sehingga nyaris pula menyerupai TPS pada ketinggian di atas 2.000 mdpl.

Wajah lereng dan tebing kaki gunungapi tersebut pun, sekarang semakin nyaris menyerupai permukaan planet di angkasa luar, miris malahan sangat memilukan.

Pipa Distribusi Sumber Air Panas.
Pipa Distribusi Sumber Air Panas.

Gunungapi Guntur dengan nama lain Gunung Gede, kawahnya dikenal bernama Kawah Guntur.

Tipe gunungapi ini, Strato di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berketinggian 2.249 mdpl berjarak sekitar 1.600 meter dari pusat kota terdekat.

Berlokasi di Desa Sirnajaya, Tarogong, Garut. Guntur nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi disebut Komplek Gunungapi Guntur.

Komplek Gunungapi ini terdiri beberapa kerucut, terdiri Gunung Masigit (2.249 mdpl) merupakan kerucut tertinggi.

Ke arah tenggara dari Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2.135 mdpl), Gunung Kabuyutan (2.048 mdpl).
Pendakian ke puncak atawa kawahnya bisa dari Kampung Citiis sebelah selatan Gunungapi.

Badan jalan Terancam Retak , Dibawahnya Terdapat Pipa Distribusi Sumber Air Panas.
Badan jalan Terancam Retak , Dibawahnya Terdapat Pipa Distribusi Sumber Air Panas.

Pemukiman penduduk sekitar Gunungapi umumnya berada pada ketinggian 600 – 1000 mdpl.

Pemukiman ini sebagian besar terkonsentrasi di kaki tenggara, dan selatan serta sebagian kecil di kaki timur dan utara.

Sedangkan sejarah letusannya, pada 1690 : Letusan besar, banyak penduduk menjadi korban, daerah rusak, disusul letusan pada 1770, 1777.

Pada 1780 terjadi aliran lava, 1803 : Letusan pada 3-15 April, 1807 : terjadi letusan pada 9 Mei, serta letusan 1809.
Disusul letusan pada 1815 : 15 Agustus, letusan 1815/1816 : 21 September, letusan 1816 : 21-24 Oktober, letusan 1825 : 14 Juni, hutan di sekitar gunung terbakar, serta letusan 1827/1828.

Uang Penyebab Rusak-Parahnya Lingkungan Kaki Gunungapi Guntur.
Uang Penyebab Rusak-Parahnya Lingkungan Kaki Gunungapi Guntur.

Sedangkan letusan pada 1829 : beberapa kampung hancur, sejumlah penduduk menjadi korban, letusan 1832 : 16 Januari, 8-13 Agustus, letusan 1833 : 1 September, letusan 1834/1835/1836 : Desember, serta letusan 1840 : terjadi aliran lava ke Cipanas.

Pada 1841 : 14 Nopember, letusan sangat besar sekitar 400.000 batang pohon kopi hancur, 1843 : 4 Januari dan 25 November tanah rusak, dan beberapa kampung terlanda, serta letusan pada 1847.

Karakter Letusan Eksplosif, dengan periode letusan antara 1800 hingga 1847 tercatat tak kurang dari 21 kali letusan.

Kian Mengerikan.
Kian Mengerikan.

Letusan itu berulang-ulang dalam tempo pendek, berlangsung paling lama lima sampai 12 hari. Periode letusan juga berselang-selang antara 1, 2 dan tiga tahun serta ada kalanya letusan terjadi setelah masa istirahat enam, dan tujuh tahun.

Gunungapi Guntur tak berdiri sendiri sebagai kerucut tunggal, sebab pada bagian puncaknya dicirikan adanya kerucut-kerucut tua bekas titik erupsi, merupakan satu kelompok besar Gunungapi Guntur.

Dari kelompok besar Gunung Guntur itu, nampak dua buah kaldera, masing-masing Kaldera Pangkalan di sebelah barat, dan Kaldera Gandapura di sebelah timur.

Gunung “Guntur” juga mengingatkan nama putra sulung Presiden pertama RI, Ir Soekarno, “Guntur Soekarno Putera”.

*******

Sumber :

Compiler : M. Hendrasto (totok@vsi.esdm.go.id)

Editor : Mas Atje Purbawinata, Asnawir Nasution.

Pada “Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG).