Potensi Zakat Bisa Tanggulangi Kemelaratan Penduduk Garut

Garut News ( Kamis, 17/07 – 2014 ).

Foto Repro : Hidayat.
Foto Repro : Hidayat.

Potensi zakat umat Islam di Kabupaten Garut, Jawa Barat,  hingga kini masih belum sepenuhnya tergali dan terkelola optimal.

Berfupa zakat profesi, zakat harta, pertanian, peternakan, perdagangan, industri, perkebunan maupun pertambangan.

Begitu pula dengan potensi zakat profesi di kalangan “Pegawai Negeri Sipil” (PNS)-nya.

Ketua “Badan Amil Zakat Nasional” (Baznas) kabupaten setempat, Rofiq Azhar juga menyayangkan kondisi tersebut.

Lantaran menurut dia, potensi zakat di kabupatennya sangat besar.

Apabila tergali serta terkelola optimal, dan profesional bisa menjadi salah satu solusi atas persoalan kemiskinan atawa kemelaratan hingga kini masih membelit banyak penduduk Garut.

Potensi zakat profesi dari kalangan PNS di lingkungan Pemkab saja, ungkap Rofiq, mencapai Rp1,5 miliar per tahun.

Angka tersebut diperoleh dari 20.000 PNS dikalikan penghasilannya jika dirata-ratakan sebesar Rp3 juta per bulan, dan dikalikan besaran zakat profesi 2,5%.

Dengan kata lain, setiap PNS berkewajiban membayar zakat profesinya Rp75.000 per bulan.

“Potensinya bisa lebih besar lagi. Lantaran, penghasilan PNS itu juga kan tak sama, tergantung golongan kepangkatan. Belum lagi apabila ditambahkan dengan zakat profesi dari lembaga instansi lain, termasuk PNS dari kalangan kepolisian, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, dan Kemenag (Kementerian Agama). Sedangkan berkewajiban mengeluarkan zakat profesi itu kan bukan hanya PNS, tetapi siapapun muslim memiliki gaji atawa penghasilan,” ungkap Rofiq Azhar.

*******

Noel, JDH.

Related posts