Potensi Bambu Hitam Bungbulang Bernilai Ekonomi Tinggi

0
18 views

Garut News ( Kamis, 06/11 – 2014 ).

Beralamat di Kawasan Tanjung Pinggir Lintasan Garut-Bandung.
Beralamat di Kawasan Tanjung Pinggir Lintasan Garut-Bandung.

Potensi bambu hitam dari wilayah Kecamatan Bungbulang, Garut, Jawa Barat, ternyata memiliki prospektif bernilai ekonomi tinggi dijadikan bahan baku pengrajin seni bambu.

Termasuk selama ini dimanfaatkan Dirin(42), pengrajin asal Purwokerto, Jawa Tengah, akrak disapa Yono, beristrikan penduduk asli Garut.

Kursi Malas Dengan Harga Rp500 ribu.
Kursi Malas Dengan Harga Rp500 ribu.

Ayah tiga anak ini, kepada Garut News katakan, selama ini memanfaatkan bambu hitam dari Bungbulang.

Meski tali rotan digunakannya berasal dari Cirebon, lantaran harganya murah, ungkap Dirin.

Dikatakan, produknya berupa setiap satu kursi panjang, tiga kursi pendek dan satu meja bernilai jual Rp1,5 juta.

Bonusnya bisa di antar ke rumah konsumen pada wilayah Kota Garut.

Memproduk Kursi Malas Berbahan Rotan, Juga Bambu Hitam.
Memproduk Kursi Malas Berbahan Rotan, Juga Bambu Hitam.

Sedangkan motipnya beragam, sesuai pesanan konsumen, katanya.

Jika bekerja penuh selama rentang waktu 1,5 bulan, bisa memproduksi empat stel kursi bambu hitam tersebut.

Dirin beserta sejumlah rekannya, juga bisa memberikan jasa layanan pesanan pembuatan “gazebo”, bahkan menata dan membangun vila.

Kursi Santai.
Kursi Santai.

Sejak 20 tahun terakhir menekuni profesi tersebut, selama sepuluh tahun di antaranya berusaha di Garut, Jawa Barat, katanya pula.

Dirin juga katakan, pernah mendapatkan modal bergulir dari PNPM, mulai dari Rp1 juta, hingga Rp5 juta.

Pinjaman tersebut pun, sudah tuntas terlunasi, ungkapnya.

Dalam pada itu putri sulungnya lulusan SMA, kini melanjutkan kuliah untuk menjadi guru, kata Dirin, menambahkan.

*******

Esay / Foto :

John Doddy Hidayat.