Pos Siaga Kesehatan Guntur Bocor dan Kebanjiran

Garut News ( Sabtu, 26/07 – 2014 ).

Berkondisi Menyedihkan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Berkondisi Menyedihkan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Tenda putih Pos Siaga Kesehatan Terminal Guntur, Garut, Jawa Barat, berukuran sekitar 3 x 3 meter berkondisi bocor bahkan kebanjiran.

Sehingga selain becek, juga menyebabkan meja beserta beragam jenis kardus berisi obat-obatan termasuk perangkat pemeriksaan kesehatannya menjadi basah.

Padahal sejak dioperasionalkannya pada H-7 Lebaran Idul Fitri 1435 H/2014 atawa Senin (21/07-2014) hingga H-2 Lebaran atau Sabtu (26/07-2014) pukul 13.00, memberikan jasa layanan kesehatan pada sekurangnya 103 pemudik turun di terminal tersebut.

Tetap Berikan Jasa Layanan Kesehatan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Tetap Berikan Jasa Layanan Kesehatan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sebagian besar pasien menjalani pengobatan gastritis (mag), pusing lantaran mabok selama di perjalanan, serta didera “Insfeksi Saluran Pernapasan Akut” atawa ISPA.

Demikian dikemukakan dua personil maupun petugas pos itu, masing-masing Rina Setiawati, S.Si serta rekannya Yati Suharyati, AM.Kep.

Dalam pada itu, selain dinilai sangat membantu siapapun membutuhkan jasa layanan kesehatan selama musim arus mudik, dan balik Lebaran.

Namun kondisinya tak cukup memberikan kenyamanan.

Anjungannya berupa tenda putih relatif sangat kecil itu kerap kebocoran setiap terjadi hujan cukup deras.

Seperti, Sabtu (26/07-2014), petugas kalang kabut menghindari tetesan air hujan bocor dari atas tenda.

Diperparah kesibukan tambahan mereka mesti membereskan, dan mengamankan beragam kelengkapan administrasi termasuk obat-obatan, juga peralatan kesehatan agar terhindar cipratan hujan.

“Ya mau bagaimana lagi? Memang keadaan seperti ini, bocor-bocor kalau hujan,” kata Koordinator petugas Posko Siaga Kesehatan Lebaran 2014, Eti Maryati diamini pula perawat Yeni Astuti sambil menunjuk lubang-lubang rembesan air pada bagin atas tenda, serta air hujan masih tergenang pada lantainya berupa aspal jalan itu.

Tak hanya ketika hujan turun, cuaca cerah pun keadaan di dalam tenda dipastikan tak nyaman.

Sengatan panas dan gerah serta merta menyergap siapapun, baik petugas maupun pasien di dalam tenda.

Sebab saat cuaca cerah, sinar matahari menerpa langsung anjungan tenda tanpa terhalang bangunan lain atau pohon rindang.

Udara tak sedap juga kerap kali tercium dari genangan air kotor dan sampah pada drainase terminal tepat di belakang tenda Posko Siaga Kesehatan.

Meski kondisi memprihatinkan, hal itu tak lantas membuat warga dengan beragam keluhan sakit menjadi risih mengunjungi Pos Siaga Kesehatan tersebut.

“Dari dulu juga seperti ini. Terutama bau kencing, sering tercium,” kata Eti.

Meski demikian, Eti yakin kondisi tersebut tak berlangsung lama.

Lantaran selambatnya mulai H Lebaran, Pos Siaga Kesehatan ini dipindahkan ke bagian utara terminal dekat bangunan kantor UPTD Terminal Guntur.

Di sana keadaannya terbilang lebih nyaman.

Selain terdapat sejumlah pohon rindang, biasanya Pos Siaga Kesehatan pada musim arus balik lebaran tak lagi berupa bangunan tenda darurat, melainkan ditempatkan pada bangunan permanen “smoking area” sebelah bangunan ruang tunggu calon penumpang.

Memudahkan pelayanan bagi pasien membutuhkan tindakan rujukan darurat ke layanan kesehatan puskesmas, klinik maupun rumah sakit, disiagakan satu unit kendaraan ambulance.

Disiagakan pula petugas ‘on call’ setiap saat siap dipanggil melaksanakan tugas kemanusiaannya.

****

Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment