Populasi Kakatua Maluku Bertambah di Taman Satwa Cikembulan

0
29 views
'Balita' Kakatua Maluku.
Masih Dikarantina.

“Maknai Hari Binatang Sedunia”

Garutnews ( Rabu, 07/10 – 2020 ).

Namun pengelola Taman Satwa Cikembulan Kadungora memaknai ‘Hari Binatang Sedunia’ 4 Oktober 2020 ini. Dengan keberhasilan ‘membidani kelahiran’ Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) berspesies: C. moluccensis.

Manager Taman Satwa tersebut Rudy Arifin, SE bersama Asisten Manager, Willy Ariesta, S.pd menyatakan kebanggaan lembaga konservasinya berhasil mengembangbiakan, sepasang kakatua maluku dengan menetas mulusnya seekor satwa berstatus konservasi ‘Rentan’ (Menurun) berordo Bayan.

Sepasang Kakatua Maluku Berkembangbiak di Taman Satwa Cikembulan.

Burung endemik Maluku diambang kepunahan itu, kini berkondisi sehat berumur tiga bulan, bisa dipisahkan dari induknya lantaran dapat hidup mandiri, sebagai partisipasi pengembangbiakan satwa mulai punah, imbuh Rudy Arifin.

Sedangkan Cacatua Moluccensis merupakan burung endemik Pulau Seram, Maluku Tengah. Akrab dengan sebutan Kakatua Seram. Sekarang populasinya semakin menyusut, sehingga upaya pelestarian mutlak diperlukan. Tetapi Taman Satwa Cikembulan memiliki koleksinya, yang apik dipelihara sejak 2007.

Bersarana Jalan yang Sudah Mulus.

Burung ini berbulu putih bercampur warna merah-jambu. Di kepalanya ada jambul besar berwarna merah-jambu yang bisa ditegakkan.

Dalam pada itu, peringatan hari hewan sedunia berawal di Berlin. Ide seorang penulis majalah ‘Mensch und Hund’ (Man and Dog). Sangat cintanya pada binatang, pria bernama Heinrich Zimmermann ini menggelar hari binatang sedunia pada 24 Maret 1925.

Semakin Mudah Dijangkau.

Sebenarnya peringatan ini akan dilakukan 4 Oktober. Tanggal ini dipilih merujuk pada perayaan Santo Fransiskus Assisi terkenal sangat mencintai alam. Perayaan ini gagal karena tidak mendapatkan tempat.

Akhirnya peringatan hari hewan baru bisa digelar tanggal 4 Oktober pertama kalinya 1929. Saat itu peringatan ini hanya diikuti pecinta binatang dari Jerman, Austria, Swiss dan Cekoslowakia.

Willy Ariesta, S.pd di Klinik Satwa.

Saat itu hari hewan belum begitu dikenal. Namun Zimmermann terus berusaha mempromosikan Hari Binatang Sedunia tanpa kenal lelah. Baru pada Mei 1931, Kongres Perlindungan Binatang Internasional meresmikan 4 Oktober sebagai perayaan Hari Binatang Dunia.

Sekarang, semua penyayang binatang di seluruh dunia merayakan hari binatang sedunia. Banyak dari mereka menggelar bazaar dan menggalang dana untuk kesejahteraan binatang yang dicintainya.

********

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here