Ponpes Yadul ‘Ulya Peduli Kekeringan Neglasari Pakenjeng

0
92 views
Pengadaan Sumber Air Bersih.
Guna Memenuhi Kebutuhan Mendesak Lembaga Pendidikan.

“Penduduk Tunggu Realisasi Janji Manis Bupati”

Garut News (Ahad, 29/09 – 2019 ).

Kepedulian Ponpes Modern Digital Yadul ‘Ulya Kampung Panawuan Tarogong Kidul terhadap kesulitan air bersih pada lingkungan lembaga pendidikan di Kampung Kubang Manila Neglasari Pakenjeng, diwujudkan dalam bentuk semangat ‘berbagi’.

Empati dengan membantu mewujudkan sumber air beserta instalasinya itu, lantaran mulai dari Taman Kanak – Kanak, Tsanawiyah hingga Aliyah. Selama ini setiap seluruh peserta didiknya  hendak ke jamban pun terpaksa harus mendatangi masjid besar berjarak ratusan meter dari lokasi sekolah.

“Lintasan Jalan yang Dijanjikan Bupati Akan Dibangun 2020,” katanya.

“Kondisi tersebut juga kian diperparah terjangan bencana kekeringan kemarau panjang 2019 ini,” ungkap Pimpinan Ponpes Yadul ‘Ulya M. Angga Tirta menyampaikan itikad baik Ponpes Yadul ‘Ulya membantu sesama intitusi pendidikan Islam.

Pemuka masyarakat setempat termasuk Dr Wahyu Hidayat, MA selain menyampaikan apresiasi positipnya juga mengemukakan obsesinya bisa mewujudkan Bukit ‘Medina’ menjadi Ponpes Tahfidz Qur’an berkapasitas 500 hingga 1.000 santri.

Plt. Camat Pakenjeng Kerap Membangun Komunikasi Dengan Masyarakatnya.

Sekaligus tanah miliknya mencapai lebih satu hektare di Desa Neglasari itu, dapat dijadikan wahana wisata religi maupun wisata halal bernuansakan Islami, sebab lokasinya pun berdekatan dengan potensi air terjun atau Curug Luhur.

Sedangkan visi pendidikannya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang amanah juga berintegritas, dengan metode belajar di alam terbuka.

Dr Wahyu Hidayat, MA di Bukit Medina.

“Optimis dengan pasokan bantuan dana Rp1 miliar pun bisa mewujudkannya,” ujar Wahyu Hidayat kepada Garut News di Bukit Medina, Ahad (29/09-2019), berlokasi 70 kilometer dari arah selatan pusat Kota Garut.

“Penduduk Tunggu Realisasi Janji Manis Bupati”

Berpotensi Dijadikan Wahana Wisata Religi Bernuansakan Islami.

Dalam pada itu warga Kecamatan Pakenjeng di Desa Neglasari mengaku masih menunggu janji manis Bupati Rudy Gunawan, menyusul pada awal September lalu bertepatan 1 Muharam 1441 H menjadikan pembangunan jalan desa.

Mulai dari ujung Desa Neglasari hingga menembus Kampung Cigalontang Desa Giri Mukti Cikelet berkonstruksi Redimix sepanjang 10 km lebih, dijandikan Bupati bisa dialokaikan bersumber APBD 2020 mendatang, katanya.

Potensi Curug Luhur.

Plt. Camat Pakenjeng, Suherman, S.Sos katakan senantiasa berupaya maksimal menghimpun serta memfasilitasi harapan dan aspirasi masyarakatnya.

Termasuk pembahasan pada rapat koordinasi pembangunan tingkat kecamatan mengenai rencana pembangunan ruas jalan Karangsari-Cimareme sepanjang empat kilometer, juga antara lain pembangunan jembatan Tanjungjaya Tegalgede sepanjang 195 meter, katanya pula kepada Garut News di Pakenjeng.

Berbatasan Dengan Kecamatan Cikelet.

Suherman pun menyatakan, kekeringan akibat kemarau panjang berdampak pada hilangnya penghasilan petani terutama buruh tani.

Berdasar laporan keadaan bencana alam kekeringan di wilayah Kecamatan Pakenjeng hingga 31 Agustus 2019, mengakibatkan 148 hektare tanaman padi gagal panen, dan 106 hektare lainnya terancam

Kekeringan Terjang Pakenjeng.

Dipastikan menjelang akhir September 2019 ini, terjadi penambahan luas areal persawahan yang mengalami rusak berat, sedang, dan ringan. Bahkan penambahan luasan tanaman padi mengalami puso atau gagal panen.

Diranggas Kekeringan.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here