Ponpes Yadul ‘Ulya Garut Siap Sukseskan PSBB

0
24 views
Kampus Peradaban Ponpes Yadul 'Ulya.
Memanfaatkan Limbah Menjadi Berkah Melalui Instalasi Biogas.

“Masih Gamang, Bersama Cegah Penularan Covid-19”

Garut News ( Rabu, 06/05 – 2020 ).

Seluruh pengelola Ponpes/Kuttab Digital Modern Yadul ‘Ulya Garut siap menyukseskan penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar’ (PSBB), guna bersama berupaya mencegah penularan wabah pandemi Covid-19.

Sehingga selain para santrinya diliburkan, namun tetap diwajibkan belajar di rumah. Kebersihan dan kesehatan lingkungan Kampus Peradaban Ponpes ini pun senantiasa dijaga serta dipelihara kesehatan juga kebersihannya.

“Dengan tetap konsisten menyelenggarakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta.

“Masih Gamang”

Bupati Garut, Rabu (06/05-2020).

Aparat juga masyarakat cenderung masih gamang menyikapi hari pertama penerapan PSBB, Rabu (06/05-2020). Meski kondisi arus lalu lintas pada banyak jalur lintasan di tampak lengang dan sunyi sepanjang pagi, namun menjelang sore suasananya menjadi ramai.

Beragam jenis kendaraan bermotor berseliweran. Kerumunan warga menyerbu pusat perbelanjaan, pertokoan, dan pedagang kaki lima (PKL) tetap beroperasi sejak pagi.

Sebagian mereka rela mengantre berbelanja menerapkan penjagaan jarak serta melalui pemeriksaan thermogun diberlakukan di suatu pusat perbelanjaan namun sebagian di tempat lainnya malah berdesak-desakan.

Penutupan Ruas Jalan.

Petugas pun terkesan masih melakukan sosialisasi pentingnya masyarakat mematuhi ketentuan PSBB daripada melakukan penindakan. Pemeriksaan terhadap kendaraan berlalu lalang pun belum efektif.

Camat Garut Kota Bambang Hapid membenarkan hari pertama pelaksanaan PSBB, para petugas lebih mengarah melakukan sosialisasi. Sehingga pelanggar pun belu dikenai sanksi melainkan sebatas diberikan peringatan.

“Kalau pagi sih memang sepi. Tapi siangnya apalagi selepas pukul 15.00 WIB, ramai. Biasanya, pertokoan dan PKL juga buka. Hanya tak seramai kemarin. Kalau kemarin dan dua hari sebelum PSBB kan memang masyarakat banyak ketakutan tak bisa kemana-mana,” kata Ari (40) warga Pataruman Tarogong Kidul.

Ungkapan senada dikemukakan pula Yayan (48) warga Pakuwon Garut Kota. Menurutnya, kondisi kawasan kota Garut pada hari pertama pelaksanaan PSBB tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya. Terutama menjelang sore.

“Toko buka. Mobil biasa normal. Jadi, penutupan tujuh ruas jalan di Pengkolan (pusat kota Garut) itu pun enggak efektif. Hanya satu hari itu saja, karena ada penyemprotan disinfektan sebab ada yang positif Covid-19 yang kedua itu,” katanya.

Penutupan tujuh ruas jalan di kawasan pusat kota Garut dilakukan pada 26 Maret 2020 selama 14 hari kemudian menyusul ditemukannya kasus kedua positif Covid-19 di Garut Kota.

Ketujuh ruas jalan tersebut, Jalan Ahmad Yani (mulai perempatan toko Asia hingga Apotek Sari), Jalan Veteran, Jalan Siliwangi, Jalan Ranggalawe, Jalan Cikuray, Jalan Bank, dan Jalan Merdeka. Penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Banyaknya pusat perbelanjaan maupun pertokoan beroperasi itu tak lepas dari pernyataan Bupati H. Rudy Gunawan sebelumnya memerbolehkan pertokoan di wilayah perkotaan beroperasi meski diberlakukan PSBB. Itu pun dengan syarat tak menimbulkan kerumunan massa, katanya pula.

******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here