Pohon Bergaris Tengah Dua Meter Menimpa Kios Wisatawan

0
18 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 14/12 – 2015 ).

Ilustrasi Banyak Pohon di Kota Garut Semakin Terancam Bahaya.
Ilustrasi Banyak Pohon di Kota Garut Semakin Terancam Bahaya.

Lantaran diterjang hujan lebat, menyebabkan sebuah pohon perindang jalan rubuh kemudian menghantam salah satu bangunan kios pada seputar obyek wisata Situ Bagendit Banyuresmi, Garut, Jawa Barat.

Meski tak menelan korban. Tetapi bagian atap bangunan kios menjadi rusak, bahkan bolong memanjang tertimpa batang pohon tumbang tersebut.

Pohon kayu sudah lama mati itu rubuh sebab tak mampu menahan beban guyuran air hujan, berkondisi bagian bawah pohon mulai lapuk.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Bagendit pada Disbudpar kabupaten setempat Heri Restu Heriana, katakan pihaknya sekitar lebih setahun lalu meminta Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) agar menebang pohon perindang jalan berada persis sebelah benteng areal obyek wisata Situ Bagendit ini.

Namun pihak DLHKP menyatakan tak sanggup melakukannya.

Beralasan, menebang pohon tersebut mesti menggunakan alat tertentu semacam crane tak dimiliki Pemkab. Karena jika pohon ditebang secara biasa maka dikhawatirkan batang pohonnya bisa menimpa benteng, beserta bangunan di bawahnya.

“Kita juga berusaha menghubungi orang-orang biasa melakukan penebangan pohon untuk mengatasinya. Menebang pohon dengan cara memotong bagian-bagian dahannya dulu. Tetapi tak satu sanggup. Kalau naik, takut pohonnya tumbang karena batang bagian bawahnya lapuk,” ungkap Heri, Senin (14/12-2015).

Sehingga, keberadaan pohon mati itu pun seakan menjadi terlupakan. Kemudian rubuh didera hujan, Sabtu (12/12-2015) pagi.

Bagian tengah batang pohon itu bergaris tengah dua meter dari atas permukaan tanah patah, lebih tinggi sedikit daripada batas atas tembok benteng. Bagian atas berikut dahan dan rantingnya rubuh menimpa bangunan kios di balik benteng.

“Untung kejadiannya sedang tak ada pengunjung. Benteng juga aman. Hanya atap bangunan kios rusak parah. Kerugian kerusakan bangunan kios, belum kita hitung,” katanya.

Dikemukakan, pihaknya menyiapkan laporan kejadian ini, dan kembali meminta pihak DLHKP segera menebang batang pohon masih tersisa di pinggir Jalan Raya Garut-Balubur Limbangan itu.

Lantaran jika kembali dibiarkan, batang pohon mati tersebut berpotensi rubuh, bahkan bisa membahayakan para pejalan kaki atawa pengendara melintas, imbuhnya.

********

Noel, Jdh.