PMI Kota Cirebon Segera Merespon Dampak Bencana Cisompet

0
55 views

Garut News ( Selasa, 08/03 – 2016 ).

Agus Heryanto, S.Sos, M.Si
Agus Heryanto, S.Sos, M.Si

“Palang Merah Indonesia” (PMI) Kota Cirebon diketuai Drs H. Yanto Subianto, MM, MBA bersama seluruh jajaran keluarga besarnya termasuk Kepala Markas PMI setempat, Drs Mulyana sangat diapresiasi positip.

Lantaran segera merespon dampak bencana pergerakan tanah di Kampung Sawah Hilir Ciawi, Desa Sindangsari, Cisompet, Garut.

Demikian dikemukakan Pengurus PMI Kabupaten Garut, Agus Heryanto, S.Sos, M.Si dan menyatakan terimakasih serta penghargaan yang tinggi terhadap kepedulian sosial jajaran Keluarga Besar PMI Kota Cirebon tersebut.

Ilustrasi. Pengungsi.
Ilustrasi. Pengungsi.

Kepada Garut News, Selasa (08/03-2016), juga dikatakan segera menyalurkan ragam bantuan pada masyarakat korban bencana, atawa yang berhak menerimanya.

Dikemukakan, PMI Kota Cirebon melalui PMI Kabupaten Garut. Memberikan bantuan di antaranya berupa makanan, mie instan, baju layak pakai, dan uang Rp5,2 juta.

Antara lain masing-masing 32 dus mie instan, 12 karung beras, 31 dus baju layak pakai, serta dua dus makanan ringan.

Sekitar 895 penduduk Desa Sindangsari di Kecamatan Cisompet, Garut, Jawa Barat, menyatakan kesiapannya, bahkan mendesak segera direlokasi ke lokasi aman dari bencana pergerakan tanah.

Sebab kini mereka sangat mendambakan bisa menjalani hidup dengan nyaman, dan aman.

Kegiatan PMR Garut.
Kegiatan PMR Garut.

Harapan tersebut, selain dikemukakan warga hingga kini menjalani hidup di pengungsian, juga disampaikan kepada Kepala Desa setempat Agus Susanto, Rabu (24/02-2016).

Sedangkan di desa itu, selama ini ada 243 rumah dihuni 282 keluarga berpenduduk 895 yang tersebar pada Dusun Ciawi, serta Lengkong.

Kemudian, berlangsung bencana pergerakan tanah, Jum’at (19/02-2016), menjadikan 84 rumah panggung, dan 43 rumah permanen mengalami kerusakan.

Meski terdapat 116 rumah tidak rusak, namun seluruh penduduknya kudu direlokasi sebab dikepung daerah berkondisi rawan bencana, ungkap Susanto.

Sehingga penduduk berkondisi rumah rusak maupun terancam, juga terpaksa mengungsi di rumah saudara, tetangga serta posko penampungan.

*******

SHARE
Previous articleHukum Islam dan LGBT
Next articleMerayakan Gerhana