PLP Garut Prioritaskan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman

0
31 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 18/04 – 2016 ).

Rd. Satria Budi.
Rd. Satria Budi.

Bidang “Penyehatan Lingkungan Pemukiman” (PLP) pada Distarkim Kabupaten Garut, bersumber APBD kabupaten setempat pada 2016 ini, antara lain memprioritaskan percepatan pembangunan sanitasi pemukiman.

Berupa pembangunan MCK komunal, serta pelayanan pendekatan cakupan air bersih, serta penyelenggaraan pembangunan pipanisasi.

Sedangkan “oufut” nya, guna mewujudkan perubahan perilaku masyarakat sehingga mereka bisa memiliki “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS), ungkap Kepala Bidang nya Rd. Satria Budi kepada Garut News, Senin (18/04-2016).

Kondisi Memprihatinkan.
Kondisi Memprihatinkan.

Dikemukakan Satria Budi, pada tahun ini juga terdapat alokasi dana “bantuan provinsi” (Banprov), guna membangun “Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat” (Sabermas), namun pada delapan desa masing-masing desa satu unit.

Sehingga selama 2016 itu, bisa diwujudkan masyarakat pada lima desa baru berkondisi “ODF” maupun terbebas dari perilaku “Buang Air Besar Sembarangan” (BABS).

“Sebelumnya 20 Paket, Menjadi Delapan Paket”

Sebelumnya diberitakan Garut News, program Sabermas bersumber dana Bantuan Provinsi Jawa Barat 2015, bisa memeroleh hibah tanah masyarakat seluas 2.800 meter persegi atawa 200 tumbak.

Tetapi 20 paket lelang program bagus pada 20 desa tersebar di 16 wilayah kecamatan di Kabupaten Garut tersebut, tak bisa terlaksana 2015 ini lantaran dihadang keterbatasan waktu. Sehingga sangat diharapkan dapat terealisasi pada 2016 mendatang.

Meski penduduk setiap desa ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 10 tumbak maupun 140 m2, menyusul setiap desa dialokasikan dana Rp1 miliar. Masing-masing diperuntukan membiayai pembangunan MCK, Sanitasi Komunal, serta pengadaan air bersih.

Dialokasikan pula anggaran sekitar Rp1,3 miliar, di antaranya guna memenuhi kebutuhan biaya umum, kelompok kerja termasuk fasilitator, konsultan, serta perencanaan.

Kendati program ini diperuntukan bagi setiap desa bersertivikat bebas buang air besar sembarangan, tetapi termasuk pula pada delapan desa menuju kondisi tak buang air besar sembarangan.

Sedangkan program “Sanitasi Lingkungan Berbasis Mayarakat” (SLBM) bersumber dana “Dana Alokasi Khusus” (DAK) APBN 2015 berlangsung lancar pada 10 unit SLBM masing-masing dialokasikan biaya Rp350 juta, dan penduduk setiap desa menghibahkan tanahnya minimal delapan tumbak atawa 112 m2.

Program dilaksanakan secara swakelola ini, berlangsung sejak 2009 hingga 2014 lalu, terealisasi 18 unit pada 18 desa/kecamatan digarap lembaga swadaya masyarakat berbadan hukum.

********