PLN Tak Pernah Mencatat Nilai Kerugian Konsumen

by

“Ironisnya PLN Tak Pernah Mencatat Kerugian Konsumen Lantaran Aliran Listrik Mati, atawa Fluktuatifnya Voltase Arus Listrik”

Garut News ( Rabu, 24/09 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut menginstruksikan para Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Pemerintah Kecamatan, agar memantau layang-layang menggunakan tali kawat.
Lantaran layang-layang bertali kawat menyebabkan gangguan listrik pada sejumlah lokasi di wilayah kabupaten setempat.

Padahal penggunaan tali kawat pada layang-layang tersebut, selain menimbulkan gangguan listrik, juga bisa membahayakan keselamatan jiwa penggunanya.

“Kami layangkan surat ke Kasi Trantib di masing-masing kecamatan agar mereka memantau warga bermain layangan menggunakan kawat. Ini sesuai instruksi Pak Bupati, dan permintaan pihak PLN terkait pelarangan, serta penanganan penggunaan kawat pada tali layangan,” tandas Kasatpol PP Suherman, Rabu (24/09-2014).

Satpol PP juga segera menggelar razia layang-layang bertali kawat. Direncanakan digelar setiap kecamatan.

Terutama pada empat wilayah kecamatan rawan penggunaan tali kawat layang-layang, terdiri Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Karangpawitan, dan Tarogong Kaler.

“Menggunakan tali kawat pada layang-layang, yang rugi masyarakat sebab aliran listrik bisa terputus. Bahkan pengguna layangan bisa tersengat listrik. Karena itu, ini kudu ditertibkan. Dan, kita juga minta masyarakat turut menyosialisasikan bahaya bermain layangan menggunakan tali kawat,” kata Suherman.

Penggunaan tali kawat pada layang-layang itu biasa digunakan ngabandang atawa menggaet layang-layang lain putus.

PLN Area Garut mencatat sejak Januari hingga Juli 2014 terjadi 529 kasus gangguan PLN akibat layang-layang bertali kawat atawa mencapai 70%.

Kemudian akibat pohon tumbang 74 kasus (10%), peralatan JTM 55 kasus (7%), bencana alam 50 kasus (7%), dan komponen JTM 46 kasus (6%).

Kasus gangguan PLN akibat penggunaan tali kawat layang-layang tersebut, tersebar pada sedikitnya 20 dari 42 wilayah kecamatan di Kabupaten Garut.

“Ironisnya PLN Tak Pernah Mencatat Kerugian Konsumen Lantaran Aliran Listrik Mati, atawa Fluktuatifnya Voltase Arus Listrik”

*****

Noel, Jdh.