Pilkades Massal Garut Telan Biaya Rp4,9 Miliar

0
40 views

Garut News ( Kamis, 12/03 – 2015 ).

Helmi Budiman. (Foto : John Doddy Hidayat).
Helmi Budiman. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kabupaten Garut bisa menggelar “Pemilihan Kepala Desa” (Pilkades) 2015 pada 216 desa secara serentak dalam waktu bersamaan pada 21 Mei mendatang.

Tak hanya Pemkab Garut, khususnya “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) terkait, serta pemerintahan kecamatan, dan desa dibuat sibuk. Masyarakat di desa yang akan digelar Pilkades juga.

Pengamanan pun menjadi perhatian khusus. Apalagi, Pilkades Serentak gelombang pertama 2015 tersebut, merupakan kejadian kali pertama dalam sejarah pemerintahan di Kabupaten Garut.

Insya Allah. Kita sudah siapkan berbagai hal. Termasuk beberapa hal menyangkut kerawanan selama Pilkades Serentak kudu diantisipasi, kata Wabup Helmi Budiman, didampingi Kepala “Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa” (BPMPD) Teddi Iskandar, Kamis (12/03-2015).

Sesuai tahapan, sejak dua hari lalu, desa-desa akan menggelar Pilkades Serentak sibuk melakukan pembentukan Panitia Pemilihan Kades oleh masing-masing “Badan Perwakilan Desa” (BPD).

Tedi Iskandar. (Foto: John Doddy Hidayat).
Tedi Iskandar. (Foto: John Doddy Hidayat).

Teddi katakan, meski diikuti ratusan desa, serta pengumuman dan pendaftaran bakal calon (balon) kades baru dibuka pada 27 Maret hingga 9 April mendatang, dalam Pilkades Serentak gelombang pertama itu tak ada satu pun calon atau balon kades incumbent atau petahana.

Akibatnya tak ada keharusan bagi balon mengajukan cuti saat mendaftarkan diri, kendati sebelumnya merupakan kades di desa bersangkutan.

Dari 216 desa peserta Pilkades Serentak itu, terdapat 211 desa di antaranya diketahui jabatan kadesnya berakhir.

Sedangkan lima desa lainnya memohon dimasukkan dalam Pilkades Serentak gelombang pertama 2015 lantaran jabatan kadesnya kosong karena berbagai hal.

Di antaranya kadesnya meninggal dunia, maupun kadesnya terkena kasus hukum mengharuskan ada pergantian kades.

Jadi tak ada kades incumbent. Dan Pilkades Serentak di Garut ini mungkin paling banyak se-Indonesia dibandingkan daerah lain, katanya.

Sebanyak 216 desa peserta Pilkades Serentak itu, tersebar pada 40 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut.

Hanya dua kecamatan tak menggelar Pilkades Serentak, terdiri Kecamatan Garut Kota, dan Cibalong.

Kabid Pemerintahan Desa Erwin Riyanto Nugraha katakan, biaya Pilkades ditetapkan sebesar Rp5.000 per hak pilih.

Sehingga total biaya dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilkades Serentak di 216 desa itu mencapai sekitar Rp4,9 miliar.

Dengan asumsi, total jumlah hak pilih dalam Pilkkades Serentak mencapai sekitar 990.000.

Anggaran ini disalurkan melalui bantuan keuangan pemerintah desa, dan ini di luar kebutuhan biaya pengamanan.

Menyangkut keamanan itu ada di instansi lain, katanya.

Pelaksanaan Pilkades Serentak diatur pada Peraturan Bupati Garut Nomor 113/2015 tentang Pemilihan Kades, sebagai penjabaran Perda Kabupaten Garut Nomor 18/2014 tentang Pemilihan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

********

Noel, Jdh.