Pilkades Garut Berbuntut Baku-hantam Perusakan Rumah

0
116 views

Garut News ( Jum’at, 22/05 – 2015 ).

Ilustrasi.Dijagokan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi.Dijagokan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Selain menuai ragam protes, isu politik uang, dan mafia perjudian, “Pemilihan Kepala Desa” (Pilkades) Serentak 214 desa pada 40 wilayah kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, 21 Mei 2015, Juga terjadi skandal aksi baku hantam di sejumlah desa peserta.

Bahkan paling miris, di Desa Sukahaji Sukawening berlangsung aksi perusakan massa pada tiga rumah penduduk Kampung Cipanas Kiara, Jum’at (22/05-2015), diduga kuat buntut Pilkades tersebut. Ketiga unit rumah itu terdiri milik Aan, Udin, dan Entang.

Menghindari keributan dan aksi perusakan lebih besar, Kapolres AKBP Arif Rachman turun langsung menangani kasus ini.

Sedangkan aksi baku hantam antarpenndukung calon kades terjadi di Desa Binakarya Sukaresmi, Padasuka Cibatu, serta Desa Babakan Loa Pangatikan.

Suasana Pilkades Serentak, Kamis (21/05-2015). Foto : John Doddy Hidayat.
Suasana Pilkades Serentak, Kamis (21/05-2015). Foto : John Doddy Hidayat.

Meski perkelahian antarpendukung calon pada masing-masing desa tersebut bisa segera teratasi, dan tak memprovokasi massa lainnya.

Informasi di lapangan menyebutkan, kasus perusakan tiga unit rumah Kampung Cipanas Kiara Sukahaji Sukawening itu, diduga kuat dipicu kekecewaan penduduk Kampung Cipanas Kiara atas hasil Pilkades.

Lantaran calon usungan mereka juga warga Kampung Cipanas Kiara Zenal, ternyata kalah dari calon lain dari Kampung Sukahaji Asep.

Apalagi selisih hasil penghitungan cukup tipis, hanya beda sembilan suara. Dalam Pilkades Sukahaji ini hanya terdapat dua calon kades Zenal, dan Asep.

Kekecewaan, serta kemarahan warga Cipanas Kiara pun bertambah sebab kekalahan jago mereka terjadi disinyalir ada penghianatan dari warga mereka sendiri, yakni Aan, Udin, dan Entang.

Ketiganya diketahui warga, bukan mendukung calon satu kampung yakni Zenal, melainkan calon dari kampung lain, Asep.

Dalam kondisi kesal, dan fisik lelah usai mengikuti pemungutan suara dan penghitungan suara berlangsung hingga lewat tengah malam ini, warga pulang dari “Tempat Pemungutan Suara” (TPS) sekitar pukul 02.00 (Jumat, 22/05-2015) dini hari.

Ketika melintasi rumah Aan, tiba-tiba di antara rombongan memungut batu, melemparkannya ke rumah Aan. Kaca rumah pun pecah.

Aksi tersebut mendadak-sontak memicu warga lain turut melempari rumah Aan dengan batu, dan meneriaki Aan sebagai pengkhianat. Kaca-kaca rumah Aan pun pecah berantakan, dan bagian bangunan teras depan rusak.

Kemudian nyaris bersamaan, rumah Entang juga dituduh warga berkhianat dilempari. Sehingga kaca rumah pecah. Kendati rumah itu berjarak cukup jauh, mencapai sekitar satu kilometer dari arah rumah Aan.

Meski aksi perusakan kedua unit rumah itu tak berlanjut lebih parah. Sejumlah aparat menerima laporan kejadian segera bertindak, berupaya menangani situasi. Sejumlah tokoh masyarakat dikumpulkan, dan diberikan pengarahan.

Tetapi tak disangka-sangka, berselang beberapa jam usai peristiwa perusakan rumah Aan, dan Entang tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB, aksi perusakan kembali terjadi pada rumah milik Udin berjarak sekitar 100 meter dari rumah Aan. Bagian kaca rumah Udin pecah dilempari  batu.

“Kejadian ini buntut Pilkades. Namun semuanya diatasi. Pak Kapolres Garut turun langsung ke lokasi, dan memberikan pengarahan warga,” ungkap Camat Sukawening U. Haerudin.

Menurutnya, kasus tersebut disepakati tak diselesaikan secara hukum melainkan cukup melalui musyawarah antara warga masyarakat dengan tiga korban perusakan rumah.

Di bawah arahan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, disepakati masing-masing ketiga rumah diperbaiki warga, dan tak ada penuntutan hukum, katanya.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here