“Peuteuy” Garut Jadi Komoditi Langka Juga Mahal

0
125 views
Petai Asal Cisompet Selama Ini Bisa Menembus Pangsa Pasar Majalaya.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 12/08 – 2016 ).

Petai Asal Cisompet Selama Ini Bisa Menembus Pangsa Pasar Majalaya.
Petai Asal Cisompet Selama Ini Bisa Menembus Pangsa Pasar Majalaya.

Mata dagangan atawa komoditi selain jengkol, makanan berbau khas teman mengonsumski makan nasi banyak digemari di Garut, Jabar, berupa petai (Parkia speciosa).

Sehingga tidaklah aneh, apabila petai, pete, atau peuteuy (Sunda) gampang diperoleh di pasar bahkan terdapat pada hampir setiap warung nasi. Apalagi harganya terbilang murah tetapi meriah.

Tetapi sejak dua bulan terakhir, pencinta petai kesulitan memerolehnya. Kalaupun ada, harganya terbilang mahal.

Di Pasar Induk Guntur Ciawitali pun, kini harga satu papan atau setangkai petai dipatok Rp12.000-15.000. Padahal biasanya bisa diperoleh dengan harga Rp2.000 setiap papan.

Petai Bungbulang Bidik Pasar Guntur Ciawitali.
Petai Bungbulang Bidik Pasar Guntur Ciawitali.

“Waktu ke Pasar Guntur Ramadlan lalu, saya sempat hendak beli petai, tetapi terpaksa batal. lantaran berharga mahal, Rp15.000 per papan. Saya pikir mending beli yang lain saja untuk lauk nasi,” ungkap Ny. Enden Adah (65) asal Tarogong Kidul, Jum’at (12/08-2016).

Pedagang sayuran di Pasar Mandalagiri Kecamatan Garut Kota, Dadang (43) katakan, sejak dua bulan terakhir harga petai melonjak, sebab barangnya sulit diperoleh.

Menyusul banyak tanaman di beberapa daerah sentra penghasil petai pun tak panen, katanya.

“Barangnya memang enggak ada. Mungkin belum musimnya atau pohonnya banyak yang habis. Maka harganya mahal kalau ada. Saya juga sempat kaget melihat ada petai sebenarnya rusak agak kering, tetapi ada saja berani beli. Meski harganya pun mahal,” kata dia.

PLT Kepala Pasar Guntur Ciawitali.
PLT Kepala Pasar Guntur Ciawitali.

Namun PLT Kepala Pasar Guntur Ciawitali Ahmad Wahyudin, SE  mengemukakan, beda dengan sayuran jenis jengkol, melonjaknya harga petai tak begitu menimbulkan kehebohan.

“Hal itu bisa jadi lantaran penggemar jengkol lebih memasyarakat daripada petai,” ungkapnya.

“Penggemar jengkol kan lebih banyak. Sehingga ketika harga melonjak, menimbulkan cukup gejolak juga di masyarakat,” kata dia.

Dikatakan Wahyudin, harga jengkol di Pasar Guntur Ciawitali kini berkisar Rp26.000 per kilogram. Sedangkan harga komoditas lain relatif masih normal.

Hanya beberapa di antaranya mulai mengalami kenaikan. Seperti cabai rawit semula sekitar Rp20.000-24.000 per kilogram menjadi Rp27.000-Rp30.000 per kilogram, bebernya.

********

( nz, jdh ).