Petani Kian Langka Memanen Padi Dengan Ani-ani

by
Masih Tetap Konsisten Memanen Dengan Ani-ani.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 22/08 – 2016 ).

Masih Tetap Konsisten Memanen Dengan Ani-ani.
Masih Tetap Konsisten Memanen Dengan Ani-ani.

Kini kalangan petani dimanapun mereka bercocok tanam, termasuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kian langka memanen padi dengan menggunakan ani-ani.

Atawa piranti untuk memotong “ranggeuyan” maupun rumpun bulir padi menguning yang siap panen.

Melainkan sejak lama peran perangkat ani-ani tersebut, digantikan dengan arit.

Dengan cara sporadis membabat batang padi siap panen itu.

Ani-ani.
Ani-ani.

Penggunaan arit untuk memanen ini, lantaran dinilai lebih praktis bahkan lebih cepat menuai hasil panen.

Meski batang padi terpaksa dipukulkan pada kayu penyangga agar bulir padinya bisa terlepas.

Kendati pula ketika berlangsung proses memukulkan batang padi tersebut, terdapat pula bulir padi basah yang berterbangan terutama ketika angin bertiup kencang.

Namun, seorang istri petani di Kelurahan Sukajaya, Tarogong Kidul Garut, hingga kini masih menggunakan ani-ani.

Diperlukan Kesabaran, Serta Ketekunan.
Diperlukan Kesabaran, Serta Ketekunan.

 

Mengangkut Hasil Panen.
Mengangkut Hasil Panen.

Sebab menurutnya meski menelan waktu sangat lama. 

Tetapi hasil panennya tak banyak terbuang tertiup angin, dibandingkan jika batang padi ditebas langsung dengan arit.

Kemudian batang padi itu dipukulkan untuk melepas bulir padi siap panen, katanya.

 

********