Pestisida di Sayuran Kita

0
9 views
Gita Amanda. (Foto: Republika/Kurnia Fakhrini).

Rabu 28 Nov 2018 00:02 WIB
Red: Joko Sadewo

Gita Amanda. (Foto: Republika/Kurnia Fakhrini).

“Hampir 100 persen petani sayuran bahkan yang organik menggunakan pestisida”

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Gita Amanda*

Saat berbicara makanan sehat tentu para pakar kesehatan menyarankan banyak mengkonsumsi sayur mayur dan buah-buahan. Dalam komposisi piring makan seimbang saja disebutkan, jumlah persentase sayuran 30 sampai 40 persen dari seluruh isi piring.

Sayuran bahkan disebut makanan murah namun sarat manfaat untuk tubuh. Mengandung beragam vitamin dan juga serat.

Tapi di balik segala kebaikan sayur mayur, ada bahaya mengancam. Di dunia modern saat ini diklaim hampir 100 persen sayur mayur tak lepas dari pestisida. Bahkan untuk sayuran organik.

Pestisida memang dibutuhkan para petani untuk menjaga tanaman dari hama maupun serangga yang merusak. Dalam daftar organik Departemen Pertanian Amerika Serikat disebutkan, jika petani konvensional bisa menggunakan 900 pestisida sintetis maka petani organik hanya boleh 25.

Tapi itu artinya, bahkan sayuran organik pun tak lepas dari pestisida. Dan penggunaan pestisida juga dilakukan para petani dalam negeri. Di sebuah artikel di salah satu media masa nasional disebutkan, Brebes merupakan daerah pengguna pestisida tertinggi di ASEAN.

Ini sungguh ironis. Saat kita berpikir makanan yang kita konsumsi sehat dan baik bagi tubuh, tapi ternyata dibalik itu semua ada hal buruk yang menggerogoti diri bahkan mungkin tanpa kita sadari.

Sejumlah penelitian membuktikan, paparan pestisida dapat berhubungan dengan peningkatan penyakit kronis seperti kanker, alzheimer, diabetes hingga penyakit neurodegenaratif.

Bahkan pada anak-anak paparan pestisida dalam jumlah tinggi dan terus menerus dapat memengaruhi perilaku dan menimbulkan masalah dalam menangkap pelajaran. Lebih jauh lagi paparan pestisida dapat membuat anak dua kali lipat berisiko terkena ADHD.

Dengan semua bayang-bayang buruk pestisida yang menghantui “makanan sehat” tersebut, kita harus bijak dalam mengolahnya. Membersihkan setiap sayur mayur dan buah yang akan kita konsumsi adalah kunci utama mengurangi bahkan menghilangkan pestisida.

Dikutip dari Food Revolution, mencuci sayuran dengan air garam dapat mengurangi pestisida 10 persen lebih baik dibanding air biasa. Dan jika kita mencuci sayuran dalam larutan garam atau cuka bisa menghilangkan residu dari empat pestisida umum.

Selain itu mencucinya dengan air mengalir juga dapat membantu mengurangi pestisida. Para ilmuan di Connecticut Agricultural Experiment Station menemukan, mencuci sayur mayur di air mengalir mengurangi jumlah residu 9 dari 12 pestisida.

Jadi rasa-rasanya, kita harus semakin bijak dalam memilih dan memilah apa yang kita konsumsi. Karena yang selama ini kita anggap sehat dan bergizi sekali pun kalau tak diolah dengan cara yang baik dan benar, juga memiliki sisi buruk bagi kesehatan.

*) Penulis adalah redaktur Republika.co.id

********

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here