Pesona ‘Macow’ Cikembulan Semarakan Lebaran Idul Fitri 1440 H

0
20 views
Pesona Manuver Macow Merah.

“Tak Ada Kenaikan Ticket Masuk Taman Satwa”

Garut News ( Kamis, 30/05 – 2019 ).

Macow Biru Juga Manjakan Pengunjung.

Ragam pesona kepak sayap, serta jinaknya dua pasang ‘Macow’ di Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat, dipastikan menambah semaraknya kunjungan wisatawan liburan Lebaran Idul Fitri 1440/2019 di Lembaga Konsevasi Umum tersebut.

Lantaran empat satwa Kelas Aves berordo Psittaciformes dari Famili Psittacidae dengan Genus Ara berspesies Ara ararauna itu, memanjakan pengunjung yang langsung dapat memberikan makanannya berupa kacang rebus.

Kepak Sayap Manuver Macow Biru.

Manager Taman Satwa ini Rudy Arifin, SE didampingi Asisten Manager lembaga konservasi tersebut, Willy Ariesta, S.Pd katakan kedua pasang Macow itu terdiri sepasang Macow Merah, dan Macow Biru.

Macow Biru, ungkap mereka selama ini penyebarannya meliputi Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana Perancis, Guyana, Panama, Paraguay, Peru Suriname, dan Venezuela.

Dua Pasang Macow yang Bisa Memikat Banyak Pengunjung.

Sedangkan habitatnya pada hutan tropis dataran rendah, serta lahan basah. Memiliki ancaman fragmentasi habitat, serta perburuan liar untuk dijadikan burung peliharaan.

Berkondisi ‘fun facts’ jari-jarinya tak hanya digunakan untuk mencengkram cabang pohon, tetapi juga untuk mengambil atau memegang barang.

Kemudian Macow Merah, penyebarannya meliputi Meksiko hingga Hutan Amazon, Peru, Bolivia, dan Brasil.

Wujudkan Kepuasan Pengunjung.

Berhabitat di hutan tropis dataran rendah, dan lahan basah di Savana, dengan tren populasinya menurun. Juga memiliki ancaman fragmentasi habitat, serta perburuan liar untuk dijadikan burung peliharaan.

Berkondisi ‘fun facts’, lidahnya yang kering dan keras memudahkan untuk mengupas kacang-kacangan maupun biji-bijian.

“Didatangi 40.000 Wisatawan”

Melesat Pada Sesuai Habitatnya.

Taman Satwa Cikembulan, menargetkan bisa menjaring sedikitnya 40.000 pengunjung pada momentum liburan sebelum Saum Ramadlan hingga sepanjang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 ini.

“Hingga kini capaian target 10.000 an lebih pengunjung di antaranya terpenuhi pada beberapa kali liburan menjelang Shaum Ramadlan hingga, Ahad (05/05-2019),” ungkap Rudy Arifin.

Keeper Orangutan Senantiasa Humanis Memelihara Satwanya.

Bahkan akhir – akhir ini, antara lain selain didominasi pengunjung dari kalangan pelajar “Sekolah Dasar” (SD) yang berdatangan dari Bandung, juga anak – anak didik prasekolah, ungkapnya kepada Garut News.

Dikemukakan pula, kian meningkatnya daya tarik wisatawan pada taman satwa satu – satunya di Provinsi Jawa Barat ini, sejalan dengan ragam upaya pembenahan kualitas pengelolaannya.

Wahana Dua Pasang Macow.

Sehingga dari total koleksi yang mencapai 119 spisies dengan populasi 357 individu, merupakan produk keberhasilan penambahan berkembangbiaknya ragam jenis satwa.Termasuk kesesuaian habitat setiap penempatan satwa pada kandang, serta ruang terbuka terbuka hijau dan kolam bermain. Sehingga mereka bisa bertumbuhkembang sesuai keasliannya.

Antara lain sepasang Singa Afrika yang jumlahnya menjadi empat ekor sejak 1,5 tahun silam, yang diagendakan pada sepanjang Liburan Shaum Ramadlan kedua jantan anak singa itu bakal disapih dari induknya.

Pesona Lain di Taman Satwa Cikembulan.

Kemudian lahirnya dua anak betina orangutan, masing – masing berusia empat tahun oleh Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman diberi nama Mojang, serta berusia dua bulan dengan sebutan Jeni. Disusul macan tutul bisa berkembangbiak menambah jumlah penghuni wahana wisata edukasi tersebut.

Jana, Ayah Mojang dan Jeni.

Pada Taman Satwa Cikembulan, berhasil pula menetasnya telur kakatua jambul jingga asal Papua, sehingga populasi bertambah dua.

Seluruh koleksi itu, menempati areal seluas empat hektare. Dilengkapi beragam sarana prasarana penunjang termasuk wahana permainan anak – anak, serta sarana atraksi permainan bernuansakan edukatif.

Balita Kakatua Jambul Jingga.

Karenanya, pada setiap seluruh 30 sumber daya manusia pengelola taman satwa ini senantiasa mendapatkan penguatan kualitas keterampilan, dan keakhliannya masing-masing.

“Termasuk penguatan manajerial kualitas konsistensi serta komitmen mereka juga pada tugas pokok, dan fungsinya masing – masing,” tandas Rudy Arifin dan menambahkan pula kini disiapkan wahana penunjang penjernihan air sungai sebelum memasuki kolam dengan berbasiskan ekologi dan edukasi.

Induk Kakatua Jambul Jingga.

Taman Satwa Cikembulan, selama Shaum Ramadlan diliburkan sebulan penuh. Ditutupnya kunjungan wisatawan dipastikan bisa mengistirahatkan seluruh satwa agar mereka senantiasa berekondisi prima.

Memesona.

Dijelaskan Rudy Arifin, tak ada kenaikan ticket masuk Taman Satwa, pengunjung dewasa Rp30 ribu per orang, serta anak – anak Rp20 ribu, ungkapnya.

Taman Satwa Cikembulan mengagendakan pula pada hari kedua, ketiga, keempat, dan hari kelima Lebaran Idul Fitri ini, bakal dimeriahkan pagelaran Lingkung Seni “Taman Satwa Cikembulan” (TSC).

Wahana Delapan Merak Hijau, Lima Di antaranya Jantan, Seekor bangau Tongsong, dan Seekor Bangau Blewok.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here