Pesona Gunung Guntur Garut Jawa Barat

Sejarah Gunung Gunturgunung guntur

Gunung Guntur memiliki sejarah sendiri mulai dari penamaan , sejarah pendakian hingga sejarah letusan yang pernah terjadi. Sebagai gunung berapi , gunung guntur tentu memiliki sejarah letusan yang pernah terjadi. Berikut kita mulai dari sejarah penamaan :

Penamaan gunung guntur ternyata tidak lepas dari kisah kerajaan , yang dahulu merupakan salah satu bagian dari masa pra modern Indonesia. Dimana banyak terdapat kerajaan di se antero nusantara yang tersebar di hampir seluruh wilayah tanah air. Kisah ini bermula dari sebuah kerajaan di kaki Gunung Kutu yaitu kerajaan “Kokorobokan” yang di kuasai oleh seorang raja bernama Sunan Ranggalawe.

Sunan Ranggalawe sebenarnya memiliki seorang kakak perempuan yang seharusnya menjadi raja , namun karena beliau adalah perempuan maka kedudukan raja di serahkan kepada Sunan Ranggalawe. Nama kakak perempuan nya adalah Ratna Inten Dewata , yang belakangan naman terebut di pakai untuk sebuah Gedung pertemuan di Garut Kota.

gunung guntur

Kisah berlanjut dikala terjadi kemarau panjang di kerajaan kokorobokan , rakyat kekurangan air dan mengalami banyak kesusahan. Sebagai seorang raja hal tersebut sangat meresahkan , beliau harus memikirkan cara untuk mengatasi kekeringan yang terjadi. Dari hasil rapat dengan para petinggi kerajaan maka di sepakati untuk membangun telaga penampungan air. Masalah baru hadir , karena wilayah yang paling pas untuk membangun bendungan tersebut adalah wilayah yang di kuasai oleh Ratna Inten Dewata.

Sunan meminta ijin untuk membangun penampungan air di tempat tersebut namun di tolak oleh Ratna Inten Dewata ,beliau keberatan karena sebelumnya sudah mengalah tidak menjadi raja , namun sekarang harus lagi berkorban untuk kehilangan tempat tinggal. Sunan tidak bisa berbuat banyak dan kembali ke kerajaan tanpa membawa kesepakatan yang di inginkan.

Kekeringan tetap berlanjut dan terus membuat sunan merasa resah , akhirnya tanpa meminta izin terlebih dahulu , sunan memerintahkan untuk membuat telaga penampung air di wilayah yang di kuasai oleh Ratna Inten Dewata. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kekeringan berkepanjangan.

Gunung Guntur

Ratne Inten Dewata sangat murka ,dia marah namun tidak bisa berbuat banyak apalagi untuk melawan. Untuk melampiaskan amarah nya , dia menaiki gunung Kutu lalu bersemedi di sana sambil bermunajat agar adiknya di beri kesadaran atau berubah fikiran. Sambil bermunajat dia menaburkan kembang dan tanah kering di puncak gunung kutu , tiba tiba muncul awan gelap dan suasana sekitar menjadi sangat tidak bersahabat. Mengetahui hal tersebut Ratna Inten bergegas turun , selanjutnya gunung kuta meletus menumpahkan lahar panas dan menghancurkan kerajaan kokorobokan. Suaran gemuruh gunung meletus yang mirip dengan suara Guntur menjadi awal permulaan sejarah penamaan gunung Guntur yang terletak di Garut Jawa Barat ini.

Sejarah Letusan Gunung Guntur

Gunung Guntur pernah menjadi gunung berapi paling aktif di Indonesia , bahkan menjadi gunung aktif melebihi gunung merapi di Jawa Tengah. Hal ini berlangsung pada era tahun 1800 an. Pada era ini terjadi lebih dari 21 kali letusan berlangsung di antara tahun 1800 – 1847. Letusan yang terjadi dalam periode yang pendek antara 1-3 tahun dan periode terlama yaitu 6/7 tahun.

 

Berikut adalah catatan letusan yang terjadi ( Sumber : 13 Goentoer, Java Tweede Afduling, De Vulkaan en Vulkanische Verschjnslen West-en Midden-Java (1850 ) :

Tahun 1825 : Tanggal 14 juni terjadi letusan yang menyebabkan hutan di sekitar gunung terbakar

Tahun 1829 : Pada tahun ini terjadi letusan gunung guntur yang cukup besar dan mendak mendadak , baberapa kampung menjadi daerah terdampak dan banyak koban yang berjatuhan.

Tahun 1832 : Terjadi dua kali letusan pada tahun ini yaitu letusan pada bulan januari dan bulan agustus

Tahun 1840 : Terjadi letusan cukup besar pada tahun ini , tercatat menimbilkan lava panas yang mengakibatkan kawasan cipanas menjadi daerah terdampak lava dan bencana letusan gunung guntur

Tahun 1841 : Terjadi pada bulan november , letusan gunung guntur ini menyebabkan lahan pertanian menjadi hancur. Diantaranya lahan kopi yang menjadi hancur.

Tahun 1843 : Dua kali terjadi letusan gunung guntur pada tahun ini yaitu bulan januari dan november , mengakibatkan lahan pertanian hancur dan merusak beberapa kampung.

1847 : Pada tahun ini merupakan letusan terakhir dan menjadi awal tidur panjang Gunung guntur , tercatat sudah 150 tahun gunung ini tidur

Baca juga tentang Pak Surono , beliau adalah ahli Geologi yang di tunjuk pemerintah untuk mengawasi aktivitas gunung berapi yang ada di Indonesia >>> http://garutnews.com/sosok-mbah-rono-kepala-badan-geologi-yang-baru.html

Letak Gunung Guntur

Gunung Guntur diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Guntur
merupakan gunung berapi yang terdapat di kecamatan tarogong kaler kabupaten Garut Jawa Barat dan memiliki tinggi di atas permukaan laut setinggi 2.249 meter. Gunung guntur merupakan jenis gunung berapi stratovolcano, yaitu gunung yag memiliki karakteristik mengerucut seperti piramida yang terdiri atas abu vulkanik dan lava yang telah lama mengeras. Curam di bagian atas dan lebih rata atau landai di bagian bawah.

Gunung Guntur

Gunung Guntur merupakan salah satu dari beberapa gunung yang mengelilingi kota Garut. Menjadi cirikhas kota dodol ini yaitu dikelilingi Gunung berapi aktif.

Wisata Gunung Guntur

Keindahan gunung guntur telah lama menjadi destinasi wisata wajib di kunjungi oleh para pecinta alam atau pendaki baik lokal maupun mancanegara. Puncak gunung yang memiliki tantangan trek yang cukup curang menjadi sarana uji nyali bagi para pecinta kegiatan berkemah. Untuk menjangkau puncak gunung guntur bisa melalui desa tanjung atau juga melalui kampung dukuh. Untuk anda pecinta kegiatan alam harus mencoba untuk naik ke gunung ini … Seruuuu

Gunung Guntur

Garut
Wisata Garut
Cipanas Garut
Ciput Rajut