Peserta USBN SD Dano Leles Diangkut Truk

0
92 views
Ilustrasi.

Garut News ( Jum’at, 27/04 – 2018 ).

Ilustrasi.

Terdapat puluhan pelajar dari “Sekolah Dasar” (SD) di Desa Dano Kecamatan Leles Garut, Jawa Barat, dipastikan bakal berangkat mengikuti “Ujian Sekolah Berstandar Nasional” (USBN) 2018 ke sekolah terpaksa diangkut dengan kendaraan truk lantaran infrastruktur jalan berkondisi amburadul.

Sedangkan kendaraan truk tersebut, disediakan pihak sekolah mengantisipasi pelbagai hal tak diinginkan bisa terjadi selama penyelenggaraan USBN.

Kepala UPTD Pendidikan kecamatan itu, Koko Supriadi katakan, peserta USBN bakal diangkut truk ini, pelajar SDN Dano 2 yang pelaksanaan USBN-nya digabung dengan SDN Dano 1.

Lantaran kondisi akses jalan menuju SDN Dano 2 sangat memprihatinkan. Selain tak beraspal, juga dipenuhi bebatuan beragam ukuran sehingga rentan menimbulkan kecelakaan, dan menghambat angkutan kendaraan.

Lokasi SDN Dano 2 pun berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Kecamatan Leles berbatasan dengan Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Sedangkan jarak tempuh dari SDN Dano 1 menuju SDN Dano 2 mencapai sekitar enam kilometer berkondisi jalan amburadul.

“Menjaga hal-hal tak diinginkan itulah, misalnya keterlambatan pendistribusian soal atau sulitnya transportasi bagi siswa, guru atau pengawas maka peserta USBN SDN Dano 2 dipindah atau digabungkan dengan SDN Dano 1,” ungkap Koko, Kamis (26/04-2018) .

Dikemukakan, seluruh peserta USBN setiap harinya diangkut dengan kendaraan truk disediakan sekolah. Sedangkan bagi mereka yang memiliki sanak saudara dekat lokasi SDN Dano 1 maka dianjurkan menginap di rumah sanak saudaranya itu.

Jumlah pelajar SDN Dano 2 bakal mengikuti USBN 2018 di SDN Dano 1 mencapai 32 murid. Mereka mengikuti USBN selama tiga hari, sejak 3 hingga 5 Mei 2018.

“Memang dari Kecamatan Leles menuju Desa Dano sekarang ini sebagian jalan diperbaiki. Dan pemindahan pelaksanaan USBN ini telah dimusyawarahkan bersama,” ungkap.

Dikatakan pula, soal USBN sebanyak tiga mata pelajaran, terdiri Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dibuat dan dikirim dari Pusat. Sedangkan mata pelajaran lainnya dibuat Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Lembaran soal dan jawaban USBN pun dijadwalkan datang langsung ke titik bongkar di kantor Dinas Pendidikan Garut, kemudian didistribusikan ke rayon-rayon. Selanjutnya dikirimkan lagi pada saat pelaksanaan ke setiap sekolah dengan penjagaan ketat aparat, katanya.

********

NZ/Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here