Peserta Jambore Paskibra Garut Diadvokasi P4GN

Garut News ( Selasa, 31/12 ).

Darmawan, SE Sajikan Penguatan P4GN, Selasa (31/12). Foto: John.
Darmawan, SE Sajikan Penguatan P4GN, Selasa (31/12). Foto: John.

Para peserta jambore Paskibra tingkat SMA/SMK/MA, dan sederat se Kabupaten Garut, diadokasi “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba” (P4GN).

Dengan nara sumber, Kepala Subag Tata Usaha pada “Badan narkotika Nasional Kabupaten” (BNNK) setempat, Hidayat.

Serta penguatan P4GN disajikan staf Seksi pencegahan BNNK, Darmawan, SE, di Aula Yonif 303 SSM Cibuluh, Selasa (31/12).

Di antaranya disajikan materi tentang jenis, serta dampak penyalahgunaan Narkoba

Foto : John.
Foto : John.

Dikemukakan pula, UPT Laboratorium Uji Narkoba BNN kembali menemukan dua Narkotika jenis baru dikenal dengan “New Psychoactive Substance” (NPS) terkandung di dalam pil berwarna krem berlogochannel dan pil berwarna cokelat muda berlogo double ring”.

Kedua zat tersebut MPHP, dan Methoxetamine (3-MeO-2-Oxo-PCE).

Tim Lab BNN menerima sample zat ini, dari masyarakat pada 18 Desember 2013 lalu

MPHP, zat memiliki efek stimulan. dan bisa menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi berlebih pada tubuh manusia.

MPHM, turunan Katinon dan terkelompok di dalam golongan Syntetic Cathinone.

Katinon, zat monoamina alkaloid banyak terkandung pada tumbuhan semak Catha edulis (Khat).

Secara kimiawi, Katinon mirip dengan zat amphetamine (ekstasi).

Penggunaan katinon berlebihan menyebabkan hilangnya nafsu makan, kejang, muntah, sakit kepala, perubahan warna (discolorisation) pada kulit, hipertensi, hiper-refleksia, euforia, halusinasi, gelisah, lekas marah, insomnia dan serangan panik.

Pengguna kronis beresiko terhadap gangguan kepribadian, menderita infark miokard (serangan jantung) hingga kematian.

Infark miokard yaitu matinya sekelompok otot jantung lantaran penyumbatan mendadak dari arteri koroner.

Ini biasanya disertai nyeri dada luar biasa, dan sejumlah kerusakan jantung lainnya.

Sedangkan Methoxetamine (3-MeO-2-Oxo-PCE), berdasar data UNODC (Global SMART Program 2013), masuk ke dalam golongan other (Narkotika belum dikelompokkan jenis zatnya).

Namun, secara kimiawi, senyawa pertama kali ditemukan pada November 2010 lalu itu, turunan Ketamin dan memiliki efek menenangkan (antidepresan).

Ketamin, senyawa sintetik sejenis dengan PCP (Phenencyclidine) biasa dipakai obat anesthetic.

Dalam ilmu kedokteran anesthetic biasa, digunakan pada pasien sebagai obat penekan rasa sakit.

Efek ketamine biasanya hanya berlangsung antara 45-90 menit.

Tetapi jika digunakan melebihi dosis dan terus menerus, bisa menyebabkan kecanduan.

Ketamine, zat bersifat halusinogen dan sangat dissociative, bahkan delirium (tidak bisa sama sekali membedakan mana nyata, dan mana tidak).

Hingga saat ini, ditemukan 26 Narkotika jenis baru beredar gelap di Indonesia, dan 251 Narkotika baru beredar di dunia.

Narkotika baru tersebut terbagi menjadi tujuh kelompok, terdiri Synthetic Cannabinoids, Synthetic Cathinones, Phenetylamines, Piperazines, Plant-based substances, Ketamine, dan Miscellaneous.

“Si Kembar Kendalikan Bisnis Narkoba”

Masyarakat Bogor kian resah dengan kasus penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba semakin marak.

Respon nyata, BNN berkoordinasi tokoh masyarakat dan  berhasil mengamankan sekawanan anak muda tergabung sebuah jaringan sindikat narkoba pada 17 Desember 2013.

Otak pelaku kejahatan ini, dua pemuda kembar, DHI dan DHO (28).

Dua pemuda kembar tersebut, tinggal di sebuah rumah jarang ditempati orang tuanya.

Meski keduanya menjalankan bisnis dekorasi acara pernikahan, namun mereka kecanduan bisnis narkoba.

Keduanya memanfaatkan teman sepermainan menjadi bagian dari sindikat narkoba mereka bangun.

Lantaran upah ditawarkan pada teman-temanya cukup besar, sekitar Rp1 juta setiap transaksi, ketiga kawannya MSL(23), DC(23) dan EY(35) tak kuasa menolak menjadi kurir narkoba.

Selain berperan kurir, MSL, DC dan EY juga diberikan tugas menjaga warung, dan anjing milik bos mereka.

Dari hasil analisis intelejen, jaringan ini beroperasi lebih dari satu tahun.

Para kurir tak hanya mengedarkan narkoba di Bogor, melainkan pada beberapa kali mengirim narkoba via paket ke Kupang.

Seluruh tersangka dalam jaringan, pengguna aktif narkoba.

Namun, jaringan itu tak bisa beroperasi lagi sebab bos dan kurir narkoba berkumpul pada sebuah rumah di Taman Cibalagadung Indah, Jalan Mawar Merah, Blok N Bogor diamankan BNN setelah berkoordinasi dengan tokoh warga setempat.

Petugas melakukan penggeledahan, berhasil menyita 2.097,2 gram sabu dari tangan DHO dikemas 14 plastik.

Selain itu, petugas juga menyita tujuh linting ganja seberat 3,7 gram diselipkan dalam bungkus rokok milik EY.

Sehari sebelum penangkapan terjadi, tim BNN memantau kegiatan transaksi narkoba dilakukan tersangka DHO pada sebuah rumah makan di Cilandak.

Seluruh tersangka kudu berurusan dengan hukum sebab melanggar pasal 114 ayat (2) , Pasal 112 ayat (2), 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika No.35/2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

“Sabu 6. 104,7 Gram Untuk Akhir Tahun Diungkap BNN”

Pengungkapan kasus peredaran sabu seberat  6.104,7 gram, diperkirakan  untuk persiapan akhir tahun diungkap BNN pada 28 Desember 2013.

Pengungkapan berawal informasi masyarakat adanya dugaan tindakan penyalahgunaan narkoba pada salah satu apartemen di kawasan Sawah Besar.

Dari informasi masyarakat, pasokan narkotika itu berasal dari kiriman paket dialamatkan ke sebuah perusahaan jasa titipan barang di Jakarta Barat.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di apartemen Pesona Bahari Jakarta Pusat, menemukan paket berisi 12  tabung besi berulir di dalamnya berisi sabu seberat 6.104,7 gram.

Apartemen itu, sebelumnya dihuni oleh X dan AW (DPO) keduanya warga Taiwan.

Hingga kini petugas BNN masih melakukan pengembangan terhadap kasus itu.

Demikian Kepala bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Selasa (31/12).

****** John.

Related posts

Leave a Comment