Inovasi Pesantren Sintesa, Dipelajari Kalangan Pebisnis Muda

0
149 views
Kalangan Pengusaha Muda Dari Jabar, Jateng, dan Jatim Belajar di Peantren Sintea.

Magetan, Garut News ( Sabtu, 10/11 – 2018 ).

“Inovasi/Kreativitas Para Pengelola Sintesa Peroleh Penghargaan Pemuda Pelopor dari Gubernur Jatim pada 2018 Ini”

Kalangan Pengusaha/Pebisnis Muda Dari Jabar, Jateng, dan Jatim Belajar di Pesantren Sintesa.

Inovasi serta kreativitas Pesantren Sintesa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang selama ini “intens” juga konsisten memadukan Bisnis Online dan Belajar Al-Qur’an. Dipelajari kalangan pebisnis muda termasuk oleh Komunitas “Tangan Di Atas” (TDA) Wirausaha Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Lantaran lembaga pendidikan Agama Islam di Kampung Ngadirejo Guranggareng pada wilayah Kecamatan Kawedanan tersebut, dinilai sebagai pesantren modern yang kurikulum proses pembelajarannya beda dengan pesantren lainnya, ungkap Ketua TDA Kabupaten Garut, Angga Tirta kepada Garut News, Sabtu ( 10/11 – 2018 ).

Serius Mengikuti Proses Pembelajaran.

Sedangkan Sintesa, “Sinergi Terpadu Santri” itu. berprogram pengajaran dan materi-materi yang disajikan berfokus seputar bisnis online yang dibungkus dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Pesantren ini, didirikan oleh tiga kaula muda terdiri Mas Ibrahim Vatih (online Business Expert), Mas Rully (Programmer), serta Bang Een (Euntrepreneur).

Merekalah yang menjadikan pesantren ini berjalan. Hingga kini Sintesa memiliki empat angkatan, didirikan 2015, mulai dari hanya beberapa santri yang kini berjumlah puluhan.

Kompleks Pesantren.

Pesantren itu pun, merupakan sebuah solusi yang coba ditawarkan untuk mengatasi beragam masalah pemuda saat ini. Mulai dari masalah akhlak, agama, dan ekonomi.

Pesantren berupaya menerapkan prinsip-prinsip beragama ke dalam kehidupan sehari-hari yang dalam berusaha, kita harus senantiasa selalu dekat tengan Tuhan YME sang Pencipta, yang harus senantiasa taqwa pada Nya termasuk saat kita berusaha.

Konsep bisnis online pun diambil, sebab trend perkembangan ekonomi berubah ke dunia digital, dan keahlian ini sangat penting dan berguna bagi kalangan pemuda untuk bisa bersaing, serta survive melawan tantangan zaman.

“Beberapa hal seputar pesantren ini”

Proses Pembelajaran.

Pertama, Para santri berasal dari pelbagai daerah dan latar belakang, Pesantren  Sintesa membuka pendaftaran santri setiap enam bulan. Biasanya pembukaan pendaftaran dibuka pada Agustus, dan Februari.

Sedangkan proses pendaftaran dilakukan secara online di website resmi Sintesa (http://www.sintesa.net/). Kemudian para calon pendaftar diharuskan mengisi beberapa formulir pendaftaran, serta membuat essay seputar latar belakang, dan alasan ingin masuk ke Sintesa.

Pesantren ini pun tak memungut biaya sedikitpun bagi yang terpilih. Semua biaya ditanggung para donatur di Yayasan tersebut. Jika sangat tertarik juga dapat mengikuti program donasi.

Dengan kesediaan mengikuti program ini para santri akan diprioritaskan untuk dapat masuk di pesantren. Penggratisan biaya tersebut bertujuan agar para santri dapat fokus belajar tanpa perlu khawatir untuk mencari biaya hidup.

Daya tarik sangat luar biasa dari pesantren, menjadikan banyak sekali pemuda dari pelbagai daerah dan latar belakang mencoba mendaftar. Tercatat pada angakatan IV ada lebih 300 penendaftar sedangkan kuota disediakan hanya sekitar 30 an.

Kedua, Kurikulum Seimbang antara Keduniaan dan Akhirat, salah satu hal paling menarik di pesantren, yakni kurikulum pembelajarannya yang seimbang antara keduniaan dalam hal ini bisnis online, dan akhirat.

Materi di dalam kurikulum bisnis online antara lain membangun website, SEO marketing, Social Media Marketing, Optimasi keyword, Menulis dengan baik, dan skill backlink.

Bisa dikatakan semua hal diatas merupakan dasar-dasar harus dimiliki para santri jika ingin terjun ke dunia bisnis.

Dalam hal akhirat/keagamaan, santri diwajibkan melaksanakan beragam kegiatan seperti shalat lima waktu di masjid, tahfidz Quran bertarget tiga ayat per hari, shalat dhuha setiap hari, puasa Senin dan Kamis, dzikir pagi dan petang, dan masih banyak kegiatan keagamaan lainnya.

Kemudian target di tetapkan pesantren kepada para lulusannya :

1. Memiliki hafalan minimal dua Juz, dan memiliki semangat juga motivasi untuk melanjutkan hafalannya hingga 30 Juz

2. Memiliki dua website : satu website berpenghasilan dari google adsense, dan satu website penjualan produk

3. Mampu melakukan pemasaran melalui facebook ads

4. Bisa mengembangkan masyarakat di daerah asalnya melalui dakwah, dan bisnis

5. Rutin bersedekah setiap bulan melalui hasil bisnis online yang dibangun.

“Inovasi/Kreativitas Para Pengelola Sintesa Peroleh Penghargaan Pemuda Pelopor dari Gubernur Jatim pada 2018 Ini”

***********

Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here