Pertumbuhan IPM Melorot Menjadikan Bupati Garut Sewot

0
16 views
Lantaran Dijerat Kemiskinan, Menjadikan Anak Usia Sekolah Mengais Kayu Bakar di Pasar Ciawitali Guntur.
Merenung Bagaikan Gunung.

“Ketimpangan Pendapatan Penduduk Garut Merata Sempurna”

Garut News ( Senin, 24/02 – 2020 ).

Koefisien Gini (Gini Ratio/GR) penduduk Kabupaten Garut menunjukan cenderung berintensitas meningkat,  meski ketimpangan pendapatannya merata sempurna (setiap orang menerima pendapatan sama dengan lainnya).

Lantaran ukuran ketidak-merataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna), hingga satu (ketimpangan yang sempurna).

GR penduduk kabupaten ini yang cenderung meningkat tersebut, terdiri pada 2013 (0,309), 2014 (0,330), kemudian sempat menurun pada 2015 (0,306), dan kembali meningkat pada 2016 (0,347) serta pada 2017 menjadi 0,369.

Penduduk Miskin Garut, Tempati Rumah Sangat Tak Laytak Huni di Tarogong Kidul.

Sedangkan koefisien gini pada 2018 dan 2019 masih belum dirilis BPS kabupaten setempat, namun jika GR = 1 artinya ketimpangan pendapatan timpang sempurna atau pendapatan itu hanya diterima oleh satu orang atau hanya oleh satu kelompok.

Terkait pengeluaran per Kapita penduduk Kabupaten Garut meningkat Rp502.000,- dari Rp7.597.000 pada 2018 silam menjadi Rp8.099.000 tahun 2019. Artinya pengeluaran per Kapita penduduk Kabupaten Garut setiap harinya hanya sekitar Rp22.128,-

Kondisi itu pun kian diperparah pertumbuhan ‘Indeks Pembangunan Manusia’ (IPM) Kabupaten ini 2019 (1,22 persen) atau melorot 0,17 persen dibandingkan 2018 silam (1,39 persen) sehingga tidak memiliki akselerasi atau percepatan, meski angka pertumbuhan tersebut bertengger pada peringkat ke-4 di Provinsi Jawa Barat.  

Sumber BPS kabupaten setempat yang dihimpun Garut News, juga menunjukan capaian IPM Garut 2019 (66,22) maupun meningkat 0,80 dibandingkan capaian IPM pada 2018 silam 65,42.

‘Usia Harapan Hidup’ (UHH) penduduk Kabupaten Garut 2019 mencapai 71,22 tahun atau meningkat 0,19 tahun dibandingkan UHH 2018 silam (71,03 tahun).

Kinclongnya Kendaraan Dinas ASN Garut.

Sedangkan ‘Harapan Lama Sekolah’ (HLS) 2019 (11,82 tahun) atau hanya meningkat 0,02 tahun dibandingkan HLS 2018 (11,80).

‘Rata-Rata Lama Sekolah’ (RLS) juga hanya meningkat 0,01 tahun dari RLS 2018 (7,50 tahun) menjadi 7,51 tahun pada 2019.

Pertumbuhan IPM 2019 peringkat pertama Jabar diraih Karawang (1,39 persen), disusul peringkat ke-2 Bogor (1,38 persen), peringkat ke-3 Sukabumi (1,25 persen), dan peringkat ke-4 Kabupaten Garut (1,22 persen).

“Pertumbuhan IPM Garut Melorot Menjadikan Bupati Sewot”

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang masih menempati ranking ketiga terbawah di Jawa Barat dengan pertumbuhan justeru melorot menjadikan Bupati Garut Rudy Gunawan “sewot”.

Padahal baru saja Garut merayakan peringatan hari jadinya ke-207 pada 2020 ini. Bahkan belum lama menerima penghargaan Men-PAN-RB sebagai peraih predikat BB dalam hal pengelolaan APBD 2019 yang efektif, dan efisien se-Jawa Barat, katanya.

Rudy pun menyalahkan para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut atas kondisi IPM tersebut.

“Pada 2018, pertumbuhan IPM Garut 1,39, dan sekarang hanya 1,22. Padahal Saudara sekalian mendapat tunjangan kinerja daerah (TKD) tiga kali lipat. Semula kepala dinas hanya Rp5 juta hingga Rp6 juta, menjadi Rp20 juta lebih. Tapi IPM kita memble, malahan turun,” kata Rudy ketus pada Apel Gabungan di Lapang Apel Setda, Senin (24/02-2020).

Dikatakan, dengan IPM menempati urutan ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat itu, Garut akan tertinggal kabupaten lain kalau juga tak ada perubahan. Karena itu, dia mengingatkan jajaran pegawai Pemkab Garut agar mengejar ketertinggalan.

Dia pun menyatakan tekadnya membuat program kerja strategis, dan terencana sehingga bisa membuahkan hasil maksimal untuk pembangunan Garut ke depan, katanya pula.

“Usia 207 tahun Kabupaten Garut adalah waktu panjang. Tetapi apa yang terjadi ? Sehari setelah pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI pada tahun lalu, Garut menerima raport Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang mengalami penurunan dari sisi pertumbuhan,” kesah Bupati Garut dua periode itu.

Dia juga sempat marah-marah karena menilai banyak pegawai Pemkab tidak berpakaian seragam dinas sebagaimana seharusnya. Pakaian seragam dinas dikenakan mereka masih tidak sama.

Padahal Pemerintah Daerah Pemkab Garut sudah membagi-bagikan pakaian seragam aparatur sipil negara (ASN) kepada mereka.

Dalam pada itu, jumlah penduduk miskin di Garut juga terus bertengger di peringkat dua sebagai daerah terbanyak jumlah penduduk miskinnya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Jumlah penduduk miskin Garut mencapai 235.190 jiwa, atau sekitar 8,98% dari total penduduk Garut 2.622 425 jiwa.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here