Pertumbuhan IPM Garut 2019 Melorot 0,17 Persen

0
21 views
Helmi Budiman Bersama Dirut PT KAI Edi Sukmoro.
Disambut Antusias Warga.

“Meski Bertengger Peringkat Empat Jabar”

Garut News ( Rabu, 19/02 – 2020 ).

Pertumbuhan ‘Indeks Pembangunan Manusia’ (IPM) Kabupaten Garut 2019 (1,22 persen) atau melorot 0,17 persen dibandingkan 2018 silam (1,39 persen) sehingga tidak memiliki akselerasi atau percepatan, meski angka pertumbuhan tersebut bertengger pada peringkat ke-4 di Provinsi Jawa Barat.  

Sumber BPS kabupaten setempat yang dihimpun Garut News, Rabu (19/02-2020), juga menunjukan capaian IPM Garut 2019 (66,22) maupun meningkat 0,80 dibandingkan capaian IPM pada 2018 silam 65,42.

‘Usia Harapan Hidup’ (UHH) penduduk Kabupaten Garut 2019 mencapai 71,22 tahun atau meningkat 0,19 tahun dibandingkan UHH 2018 silam (71,03 tahun).

Ribuan Penduduk Garut Saksikan Kedatangan KA.

Sedangkan ‘Harapan Lama Sekolah’ (HLS) 2019 (11,82 tahun) atau hanya meningkat 0,02 tahun dibandingkan HLS 2018 (11,80).

‘Rata-Rata Lama Sekolah’ (RLS) juga hanya meningkat 0,01 tahun dari RLS 2018 (7,50 tahun) menjadi 7,51 tahun pada 2019.

Kemudian pengeluaran per Kapita penduduk Kabupaten Garut meningkat Rp502.000,- dari Rp7.597.000 pada 2018 silam menjadi Rp8.099.000 tahun 2019.

Berdesakan Mendekat ke KA.

Pertumbuhan IPM 2019 peringkat pertama Jabar diraih Karawang (1,39 persen), disusul peringkat ke-2 Bogor (1,38 persen), peringkat ke-3 Sukabumi (1,25 persen), dan peringkat ke-4 Kabupaten Garut (1,22 persen).

“Bisa Tingkatkan Daya Beli Masyarakat”

Wakil Bupati Garut, dr H. Helmi Budiman katakan adanya reaktivasi lintasan jalur Kereta Api (KA) Cibatu-Garut-Cikajang dipastikan bisa meningkatkan daya beli masyarakat, lantaran dapat menumbuhkan perkembangan industri pariwisata di daerahnya.

Stasiun KA Garut.

Bahkan pengembangan industri pariwisata ini, juga bakal ditunjang rencana pembangunan lintasan sepeda dari Copong hingga Situ Bagendit sejauh delapan kilometer lebih menyusuri jalan inspeksi jaringan irigasi Leuwigoong.

Diagendakan pula penentuan lokasi nyaman dan menyenangkan bagi para pejalan kaki, imbuh Helmi Budiman yang pada gilirannya bisa menunjang capaian IPM di Kabupaten Garut, katanya.

Demikian dikemukakan Helmi Budiman kepada Garut News seusai bersama Bupati Rudy Gunawan dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro, para pejabat Pemkab, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menikmati uji coba pengoperasian jalur KA Cibatu-Garut, Rabu (19/02-2020).

Rabu, 19/02-2020.

Mereka menaiki kereta inspeksi 4 dari Stasiun Cibatu menuju Stasiun Garut melintasi Stasiun Pasir Jengkol, dan Stasiun Wanaraja.

Dirut Edi Sukmoro katakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan perkembangan terakhir proyek reaktivasi yang hampir seluruhnya selesai. KAI juga sebelumnya beberapa kali menguji kekuatan jalur agar aman saat dilalui KA.

Dikemukakan, Stasiun Garut nantinya dikembangkan menjadi stasiun megah, dan lengkap, terdiri dua bangunan utama pada sisi utara, dan bangunan tiga lantai pada sisi selatan. Dibangun juga masjid besar, hotel, bangunan multifungsi, kafe, menara pandang, dan fasilitas penunjang lain.

“Mudah-mudahan dioperasikannya lagi jalur ini bermanfaat bagi perekonomian di wilayah Garut, dan sekitarnya yang memang dari dulu dikenal dengan potensi wisatanya,” ujarnya.

Disebutkan, jalur KA Cibatu-Garut semula diresmikan 1889, merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Garut. Selain untuk angkutan barang, jalur tersebut dahulu digunakan sebagai angkutan penumpang, seperti wisatawan asal Eropa yang ingin berlibur di wilayah Garut.

Edi sempat memuji suasana Garut dinilainya nyaman. Terlebih melihat sambutan antusias masyarakat sepanjang jalur terlewati saat melakukan uji coba.

Pada ksesempatan tersebut, PT KAI memberikan 300 paket alat tulis kepada anak-anak sekolah di beberapa titik jalur reaktivasi Cibatu-Garut.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here