Pertumbuhan Garut 1,57 Namun IPM Urutan 25

0
19 views
Ilustrasi.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 13/09 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Meski dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, pertumbuhan/perkembangan sumber daya manusia Kabupaten Garut mencapai 1,57 persen atawa paling tinggi. Namun kondisi “Indek Pembangunan Manusia” (IPM) 2015 nya bertengger pada 63,21 sehingga bertengger pada urutan ke-25.

Maupun diatas IPM Kabupaten Cianjur (62,42) dengan pertumbuhan 0,54 persen, serta IPM Kabupaten Tasikmalaya (63,17) pertumbuhannya 0,60 persen, sedangkan IPM tertinggi diraih Kota Bandung (79,67) tetapi pertumbuhannya 0,88 persen.

Berdasar informasi berhasil dihimpun Garut News bersumber BPS kabupaten setempat juga antara lain menunjukkan IPM Provinsi Jawa Barat 69,50 dengan pertumbuhan 1,01 persen, maupun meningkat dibandingkan 2014 bertengger pada IPM 68,80.

Sedangkan kondisi sumber daya manusia tertinggi di Provinsi Jawa Barat terdapat pada tujuh kota, dan satu kabupaten.

Terdiri Kota Bandung IPM nya 79,67 dengan pertumbuhan 0,88 persen, disusul Kota Bekasi (79,63) dengan pertumbuhan 1,00 persen.

Kemudian Kabupaten Bekasi (71,19) dengan pertumbuhan 0,96 persen, Kota Depok (79,11) dengan pertumbuhan 0,68 persen, Kota Cimahi (76,42) dengan pertumbuhan 0,47 persen, Kota Bogor (73,65) dengan pertumbuhan 0,75 persen, Kota Cirebon (73,34) dengan pertumbuhan 0,55 persen, serta Kota Sukabumi (71,84) dengan pertumbuhan 0,91 persen, kabupaten lainnya berkondisi IPM “sedang”.

Capaian IPM di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 2015 meningkat dibawah satu digit atawa 0,98 menjadi 63,21 dibandingkan kondisi IPM tahun sebelumnya 62,23.

Kondisi tersebut, juga diperparah kondisi “Mean Year of Schooling/MYS” (rata-rata lama sekolah) penduduk kabupaten ini hingga 2015 hanya selama 6,84 tahun maupun masih belum bisa menamatkan SMP. Sedangkan MYS tahun sebelumnya 6,83 sehingga peningkatannya “hanya” 0,01 digit.

Dalam pada itu “Expected Year of Schooling/EYS” (Harapan Lama Sekolah) pada 2014 mencapai 11,62 tahun, kemudian pada 2015 menjadi 11,65 tahun.

Ketika didesak pertanyaan Garut News, Selasa sore, Kepala BPS Kabupaten Garut, Berdikarjaya, SE, MM katakan, tercapainya ekspectasi maupun harapan dengan kenyataan rata-rata lama sekolah sangat tergantung kondisi aksebilitas pendidikan, maupun akses penduduk terhadap pendidikan itu sendiri.

Sedangkan mengenai kondisi capaian IPM, justru yang kini banyak disoroti mengenai kondisi peretumbuhan sosial ekomi masyarakat, katanya antara lain.

Kepala Disdik kabupaten setempat, H. Mahmud mengemukakan masih banyak penduduknya yang berusia tua tak memiliki ijazah, lantaran dahulu di Kabupaten Garut masih langka terdapat perguruan tinggi, tak seperti sekarang ada 15 perguruan tinggi, katanya pula.

Dalam pada itu, kondisi “Angka Harapan Hidup” (AHH) Kabupaten Garut 2015 mencapai 70,69 tahun atawa hanya meningkat 0,20 tahun, dibandingkan tahun sebelumnya berkondisi AHH selama 70,49 tahun.

Selanjutnya daya beli (pengeluaran) penduduk pada 2015 mencapai Rp6.875,09 (dalam ribuan), sedangkan indek daya beli 2014 senilai Rp6.372,25 (dalam ribuan).

 

********