Pertengahan Oktober Penyerapan APBD Garut 52,76 Persen

0
14 views
Kompleks Perkantoran Setda Kabupaten Garut.
Dian Andri, ST Tunjukan Foto Pohon Di Tengah Trotoar.

“Mendesak Tuntasnya Pemeliharaan DSB Jelang Penghujan”

Garut News ( Selasa, 15/10 – 2019 ).

Hingga pertengahan Oktober 2019 total komulatif kinerja penyerapan APBD Kabupaten Garut hanya mencapai 52,76 persen dari nilai Rp4,811 triliun setelah perubahan, yang semula Rp4,255 triliun.

Sumber resmi Garut News menyebutkan kinerja ‘belanja langsung’ (BL) 34,41 persen, dan ‘belanja tidak langsung’ (BTL) nya 69,42 persen.

Sedangkan produk perubahan APBD menjadi sebesar Rp4,8 triliun itu, terdiri Pendapatan Rp4,811 triliun dari semula Rp4,255 triliun; Belanja Rp4,992 triliun dari semula Rp4,266 triliun; dan Pembiayaan Rp180,611 miliar.

Belanja Tidak Langsung mengalami kenaikan 2,27% atau Rp57,829 miliar. Sehingga total Belanja Tidak Langsung semula Rp2,552 triliun menjadi Rp2,610 triliun.

Belanja Langsung juga mengalami kenaikan lebih besar lagi mencapai 30,96%. Sehingga total Belanja Langsung semula Rp1,713 triliun menjadi Rp2,381 triliun.

“Mendesak Tuntasnya Pemeliharaan DSB Jelang Penghujan”

Dalam pada itu, menghadapi pergantian musim dari kemarau panjang beranjak menjelang musim penghujan ini, kian mendesak segera tuntasnya ragam kegiatan pemeliharaan ‘Daerah Milik Jalan, Saluran, dan Bahu’ (DSB).

Kepala UPT PUPR Kecamatan Tarogong Kaler, Dian Andri, ST katakan gencarnya upaya pemeliharaan DSB pada 22 kilometer di wilayah kerjanya yang meliputi sekitar 13 desa serta satu kelurahan, ternyata banyak terkendala di lapangan.

Di antaranya pada lintasan jalan di Kampung Panday banyak penyerobotan lahan trotoar mengakibatkan drainase mengecil, sehingga pihaknya menjalin koordinasi dengan kepala desa guna mengantisipasinya termasuk berkirim surat peringatan.

Selain bisa menyelenggarakan pelebaran jalan pada beberapa titik lokasi tikungan, namun terdapat pula puluhan pohon besar kewenangan Dinas Lingkungan Hidup berposisi di tengah trotoar kiri dan kanan jalan.

Akarnya pun merusak drainase, diperparah banyaknya warga yang membuang limbah hajatnya melalui paralon ke saluran drainase, bahkan termasuk pada MCK yang berdekatan dengan Alun Alun Kecamatan Taropgong Kaler tak memiliki septic tank.

Terdapat pula yang menyumbat drainase, kemudian mengalihkan aliran airnya ke kolam penampungan ikan.

“Karena itu diharapkan agar masyarakat pun ikut serta berperan serta mengantisipasi banjir menghadapi musim penghujan,” imbuh Dian Andri.

*******

Esay/Fotografer : John Dodsdy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here