Pertemuan Empat Arah Revitalisasi Pasar Limbangan Menuai “Kebuntuan”

0
82 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 14/02 – 2016 ).

P3L.
P3L.

Digelarnya pertemuan empat arah pada proses penyelesaian kekisruhan revitalisasi Pasar Limbangan, di Ruang Rapat Setda Pemkab Garut, ternyata menuai jalan buntu atawa dead lock, Jum’at (12/02-2016).

Antara lain lantaran pertemuan semestinya hanya diikuti P3L, warga Kampung Sindang Anom, pengembang pasar PT Elva Primandiri, dan Pemkab Garut/Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait. Juga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Balubur Limbangan.

Helatan difasilitasi dan dimediasi langsung Bupati Rudy Gunawan tersebut kandas, dipicu penolakan keras perwakilan P3L terhadap kehadiran sejumlah pedagang pasar lain diduga kuat bentukan pihak pengembang. Padahal mereka tak diundang dalam pertemuan.

Terlebih P3L menilai Bupati Rudy selaku mediator justeru bersikap tak netral, dan lebih memihak pada pengembang.

Elva
Elva Waniza.

Sehingga tak satu pun kesepakatan dihasilkan. Sejumlah penawaran diajukan Pemkab setempat maupun pengembang, juga ditolak mentah-mentah P3L. P3L bersikukuh menuntut agar semua dokumen dan ijin prinsip terkait revitalisasi Pasar Limbangan dilaksanakan pengembang sesuai hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung maupun Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PT TUN) Jakarta, dan rekomendasi Ombudsman perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Pemkab Garut juga didesak mengkaji ulang segala dokumen kontrak pengembang PT Elva Primandiri yang habis masa berlakunya.

Suasana pertemuan sempat kian memanas hingga akhirnya pihak LP3 memutuskan keluar meninggalkan ruangan pertemuan. Tak lama kemudian, Bupati Rudy pun menghentikan pertemuan itu.

Basar Suryana Ketika Berorasi.
Basar Suryana Ketika Berorasi.

Di antaranya dihadiri pula Sekda Iman Alirahman, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yatie Rochayatie, Kadis Perdagangan Perindustrian dan Pengelolaan Pasar Wawan Nurdin, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Zatzat Munazat, Kadis Lingkungan Hidup dan Pertamanan Aji Sukarmaji, serta Kepala Satpol Pamong Praja Firman Karyadin.

Sedangkan P3L sdidampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Bandung, Garut Governance Watch (G2W), dan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Bandung.

“Kami nilai ini ada indikasi para pedagang bentukan PT Elva membuat opini terhadap pedagang lain. Sehingga jika dilanjutkan pun pertemuan ini takkan berjalan baik. Terlebih tercium ada indikasi lain dari Bupati. Maka kami sepakat langsung keluar dari pertemuan,” ungkap Evrin Nasution dari LBH Bandung, kepada wartawan usai pertemuan.

Kata dia, pertemuan seharusnya mencari solusi dan kesepakatan antara P3L dengan PT Elva, dan unsur terkait lain sesuai undangan Bupati ternyata keluar dari koridor disepakati. Bahkan tercium ada upaya penggiringan ke arah kepentingan pengembang.

Ungkapan senada dikemukakan Ketua P3L Basar Suryana. Dikemukakan, pihaknya sejak awal sepakat ada pembangunan Pasar Limbangan. Asalkan prosedur, dan mekanismenya ditempuh sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

Terutama menyangkut kelengkapan dokumen ijin prinsip, dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), dan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), justeru dilanggar pengembang.
Kisruh Pasar Limbangan
” Bupati Hentikan Pertemuan”

Bupati Rudy Gunawan katakan, pertemuan empat arah terkait penyelesaian kisruh revitalisasi Pasar Limbangan Jum’at (12/2-2016) sore terpaksa dihentikan, mencegah timbulnya kerusuhan lebih besar.

“Saya langsung hentikan acara ini, dari pada ada kejadian lain,” katanya terkait pertemuan empat arah menemui jalan buntu atawa dead lock, menyusul aksi walk out dilakukan Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L).

Namun dikemukakan, pertemuan tersebut baru warga Sindang Anom menyampaikan tuntutannya ditujukan pada pengembang pasar PT Elva Primandiri.

Ada sembilan tuntutan disampaikan mereka, yakni masalah air bersih, sampah, limbah, tempat pembuangan sampah, drainase, genset, codetan, loding dock, dan pagar.

“Pemda Garut juga memberikan waktu selama sepuluh hari pada pihak pengembang melakukan koordinasi dengan warga Sindang Anom dalam memenuhi tuntutan. Setelah itu pihak Pemda memberikan keputusan,” katanya pula.

Direktris PT Elva Primandiri Elva Waniza mengapresiasi upaya Pemkab memertemukan pelbagai pihak terkait kisruh Pasar Limbangan. Dia pun menyampaikan permohonan maaf secara lisan kepada masyarakat dan pedagang pasar merasa dirugikan.

Terkait tuntutan diajukan warga Sindang Anom, dia berjanji memenuhinya. Namun dia menyesalkan hal itu tak bisa dilakukan sekarang karena saat ini lokasi pembangunan Pasar Limbangan bergaris polisi.

“Kalau untuk draianse kita bisa lebarkan, dan sampah juga, kita akan memiliki kendaraan sampah sendiri untuk mengangkut sampah,” kata dia.

********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here