You are here
Pertama Kali, Ilmuwan Berhasil Membuat “Molekul Cahaya” SAINS 

Pertama Kali, Ilmuwan Berhasil Membuat “Molekul Cahaya”

Garut News, ( Selasa, 01/10 ).

lustrasi : Ilmuwan untuk pertama kali berhasil membuat "molekul cahaya". | rawrgg.com
lustrasi : Ilmuwan untuk pertama kali berhasil membuat “molekul cahaya”. | rawrgg.com

Partikel cahaya atawa foton selalu tak memiliki perilaku seperti partikel materi.

Foton bisa menembus satu sama lain serta tak berikatan satu sama lain membentuk struktur lebih besar.

Itu selalu diajarkan pada setiap kelas fisika dasar.

Namun, kini beda.

Tim ilmuwan dipimpin profesor fisika Harvard University, Mikhail Lukin, dan Vladan Vuletic dari MIT, mampu membuat foton bisa berikatan dengan foton lain, menciptakan sebuah “molekul cahaya”.

Sebelumnya, hal ini hanya ada dalam angan-angan.

“Apa kita lakukan membuat medium khusus di mana foton berinteraksi satu sama lain dengan kuat, dan berperilaku seolah-olah memiliki massa, dan berikatan satu sama lain membentuk sebuah molekul, “ kata Lukin.

“Ketika foton ini berinteraksi satu sama lain, mereka mendorong dan membelokkan satu sama lain. Fisika terjadi pada molekul ini seperti terdapat pada film (lightsaber dalam Star Wars),” imbuh Lukin seperti dikutip Huffington Post, Jumat (27/9/2013).

Medium diciptakan dengan memompa atom-atom rubidium ke ruang hampa, dan mendinginkannya hingga temperatur mendekati nol mutlak.

Kemudian, menggunakan laser lemah, ilmuwan menembakkan dua foton cahaya ke awan atom tersebut.

Ketika foton keluar dari sisi lain medium, mereka berikatan seperti sebuah molekul.

Ini bisa terjadi lantaran efek Rydberg blockade mencegah foton tereksitasi dekat foton lainnya.

Dua foton dipaksa bergerak di dalam medium dengan gaya tarik, dan dorong tertentu.

“Ini interaksi fotonik dijembatani interaksi atomik. Ini membuat foton-foton itu berperilaku seperti sebuah molekul, dan ketika mereka keluar dari medium, mereka kemungkinan besar juga berupa molekul daripada sebuah foton,” ungkap Lukin seperti dikutip Physorg, Rabu (25/9/2013).

Keberhasilan tersebut, bisa diaplikasikan pada pengembangan teknologi komputasi kuantum.

Dalam komputasi kuantum, setiap bit adalah foton.

Tanpa interaksi dua foton, informasi dalam komputasi kuantum tak bisa dipertukarkan.

Editor : Yunanto Wiji Utomo/ Kompas.com

Related posts

Leave a Comment