Permasalahan Lawas Kotoran Kuda Masih Belenggu Garut

0
180 views

Garut News ( Sabtu, 27/06 – 2015 ).

Helmi Budiman Seusai Bagikan Kantung Kotoran Kuda. Helmi Budiman Seusai Bagikan Kantung Kotoran Kuda, Kamis, 08/05-2014. (Foto : John Doddy Hidayat).
Helmi Budiman Seusai Bagikan Kantung Kotoran Kuda, Kamis, 08/05-2014. (Foto : John Doddy Hidayat).

Masih merebak-maraknya pencemaran lingkungan lantaran kotoran kuda, satu di antara permasalahan “lawas” membelenggu penataan kawasan kota Garut, yang juga belum terselesaikan.

Selain itu pula kesemrawutan para “pedagang kaki lima” (PKL), perparkiran, sampah, dan pencemaran limbah industri penyamakan kulit Sukaregang.

Padahal sejak sekitar empat bulan  setelah dilantik Bupati, Rudy Gunawan bersama pasangannya Wabup Helmi Budiman awal Juni 2014 lalu menegaskan, terdapat pelarangan bagi delman  beroperasi di kawasan Kecamatan Garut Kota, termasuk memasuki kawasan kota Garut.

Jika tak dilengkapi kantong kotoran kuda.

Bahkan simbolisasi dimulainya kebijakan tersebut, Rudy bersama Helmi bahkan turun ke jalan membagikan langsung kantong kotoran kuda ke sejumlah kusir mangkal di lintasan Jalan Guntur depan pusat pertokoan Garut Plasa.

Saat itu, sekitar 150 kantong kotoran kuda dibagi-bagikan pada lima titik tempat mangkal delman,  terdiri Jalan Guntur depan Garut Plasa, Simpang Lima Tarogong Kidul, Jalan Merdeka kerkhoof, Rancabango Tarogong Kaler, serta di Jalan Pahlawan samping perkantoran Pemkab Garut.

Malahan dengan alibi menyemangati terwujudnya Garut Kota Intan itu pula, patung ikon Domba Garut biasa disebut Si Beton di depan halaman kantor Bupati Garut Jalan Pembangunan pun dirubuhkan, kemudian berganti dengan patung/monument intan.

Camat Garut Kota Usep Basuki Eko menegaskan kebijakan pelarangan masuk kawasan kota bagi delman tak dipasangi kotoran kuda masih tetap berjalan.

Dikatakan kesulitan penanganannya sebab keterbatasan personil. Para kusir delman terkesan kucing-kucingan dengan petugas setiap operasi dilaksanakan.

“Saat ini tetap dilakukan operasi, tetapi kenyataannya kucing-kucingan. Kalau tak dioperasi, mereka kembali melanggar. Kesulitan kami karena personil terbatas sehingga tak bisa melaksanakan operasi setiap hari,” kilah Eko yang disebut Bupati Rudy ditugasi khusus menangani penataan kota Garut itu.

Dia menghimbau para kusir delman mematuhi kebijakan Pemkab Garut terkait pemasangan kantong kotoran kuda ini, demi kebaikan masyarakat dan mereka sendiri.

lantaran, kotoran kuda ditengarai mengandung beragam kuman dan bibit penyakit bisa membahayakan kesehatan manusia.

Termasuk banyak ditemukan kuman clostridium tetani, bisa menyebabkan penyakit tetanus.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here