Perbaikan SD Rusak Diperlukan Waktu Delapan Tahun

0
22 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 04/01 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Sedikitnya 40% dari 1.500 SD di Kabupaten Garut, hingga kini berkondisi rusak bahkan belum tersentuh perbaikan. Sebanyak 550 gedung malahan masih beratapkan asbes dan seng.

Ironisnya, bantuan dana alokasi khusus (DAK) APBN untuk perbaikan sarana prasarana pendidikan seperti ruang kelas SD di Garut kian mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2016, Kabupaten Garut hanya mendapatkan DAK bagi perbaikan ruang kelas SD Rp11 miliar. Jauh menurun dibandingkan DAK pada 2014 sebesar Rp27 miliar, dan pada 2013 sebesar Rp59 miliar.

Kepala Seksi Sarana SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Toto katakan, bantuan DAK sebesar Rp11 miliar itu hanya bisa memerbaiki ruang kelas sekitar 5% dari total ruang kelas rusak.

Sehingga untuk melakukan perbaikan seluruh ruang kelas dibutuhkan waktu sekitar delapan tahun. Dengan catatan, bantuan DAK per tahun tetap Rp11 miliar, dan tak ada penambahan jumlah ruang kelas rusak.

Diperparah, DAK itu pun tak seluruhnya untuk pembangunan fisik, melainkan terdiri Rp9 miliar pembangunan fisik, dan Rp2 miliar pengadaan alat peraga dengan sasaran berbeda.

“Menurut informasi dari Pusat, DAK perbaikan ruang kelas SD turun karena Garut terlepas dari status sebagai daerah tertinggal. Jadi sekarang, status Garut sama dengan Kabupaten Bandung,” katanya, Senin (04/01-2016).

Karena itu, kata dia, diperlukan terobosan mendapatkan dana perbaikan ruang kelas masih banyak itu. Melalui APBD Garut, APBD Provinsi, maupun APBN.

Dikemukakan, bangunan SD mendapatkan prioritas perbaikan yakni sekolah bangunannya rusak terkena bencana, dan bangunan masih beratapkan asbes atau seng.

Dijelaskan, dari 550 bangunan beratapkan asbes, 125 di antaranya diproyeksikan dapat diperbaiki tahun ini. Dia berharap pada 2018 tak ada lagi bangunan sekolah beratapkan asbes maupun seng.

Dikatakan, bangunan SD masih menggunakan atap asbes itu kebanyakan berada di wilayah tengah dan utara Garut. Seperti di Kecamatan Cilawu, Malangbong, dan Cibatu.

Diungkapkan, selain banyak ruang kelas SD rusak, Kabupaten Garut juga masih kekurangan ruang 2.432 unit kelas SD. Sedangkan pemenuhan terhadap kebutuhan ruang kelas tersebut hingga kini terpenuhi sekitar seratus unit ruang kelas per tahun, dengan biaya dari DAK dan APBN.

*******

(nz, jdh).