Perajin Bambu Selaawi Garut Masih Termarjinalkan Pemodal

0
20 views
Camat Selaawi, Bersama Sangkar Burung Terbesar di Dunia.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 15/10 – 2017 ).

Camat Selaawi, Bersama Sangkar Burung Terbesar di Dunia.

********* Sebagian besar atau lebih 50 persen dari sedikitnya 1.600 perajin bambu, khususnya produsen sangkar burung di wilayah Kecamatan Selaawi Garut, Jawa Barat, hingga kini masih terkesan termarjinalkan maupun tak berdaya menghadapi kalangan pemodal.

Lantaran selama ini permodalan produktivitas mereka banyak disokong bandar besar dari luar kabupaten, bahkan kerap diawali tumpukan beban utang-piutang cukup besar, untuk memenuhi desakan kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari, yang dibayar dengan hasil pekerjaan pembuatan sangkar burung.

Sehingga posisi daya tawar produk perajin menjadi sangat lemah, bahkan kondisi tersebut berlangsung secara menahun dengan nilai jual setiap produktivitas cenderung mengikuti kehendak pihak pemodal.

Demikian antara lain dikemukakan Camat Selaawi, Ridwan Efendi, M.Si ketika didesak pertanyaan Garut News pada dialog interaktif di radio penyiaran swasta, Ahad (15/10-2017).

Dikemukakan pula, seluruh bahan baku setiap pengrajin ini bersumber dari wilayah setempat, khususnya sangkar burung berlokasi di Desa Mekarsari.

Sedangkan jenis produk lain berbahan baku bambu, selain sangkar burung juga peralatan rumah tangga, serta home decor, termasuk ragam jenis aksesories.

Namun segmen pemasaran serta nilai jualnya, lebih banyak ditentukan dari luar maupun oleh pemodal, ujarnya.

Camat katakan, solusi menanggulangi ragam permasalahan selama ini membelenggu para pengrajin, di antaranya menjalin keterpaduan dengan semua pihak, kemudian mengemas zonasi berbasis komoditas keunggulan lokal.

Solusi lainnya juga membangun komunikasi dengan pelbagai elemen dan komponen masyarakat, secara intens dan masif, guna bersama-sama merumuskan formula agar para perajin ke depan bisa keluar dari kemungkinan terdapatnya pola-pola pengembangan produktivitas yang menjerat.

Terkait dengan upaya penyelamatan tata ruang wilayah, Haryono, SH antara lain mengemukakan, diperlukannya segera bantuan pasokan permodalan dari Pemkab setempat kepada para perajin ragam produk berbahan baku bambu itu.

Sehingga bisa berkesinambungannya sektor industri berbasiskan kearifan lokal tanpa mengusik kondisi ekologi, serta tak menabrak konsepsi tata ruang wilayah.

Menyusul diagendakannya lima wilayah kecamatan di kabupaten ini sebagai kawasan industri, terdiri Kecamatan Selaawi, Malangbong, Balubur Limbangan, Cibatu, serta Kecamatan Leles, ungkap Haryono pula.

Wilayah Kecamatan Selaawi berjarak sekitar 37 kilometer arah utara dari pusat kota Garut, dengan luas wilayah sekitar 3.407 hektare. Didominasi dataran berketinggian berkisar 500 hingga 1.000 mdpl, dihuni sekitarĀ 39 ribu penduduk atau 11 ribu “kepala keluarga” (KK).

 

*******