Penyusutan Perairan Situ Cangkuang Capai 75 Persen

0
27 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 28/10 – 2015 ).

Rakit Ini Kian Terjebak Lumpur, Serta Dikepung Ragam Tanaman Liar.
Rakit Ini Kian Terjebak Lumpur, Serta Dikepung Ragam Tanaman Liar.

Dari seluas 24 ribu m2 areal tanah milik Provinsi Jawa Barat, yang terbaring bisu pada seluruh komplek Situ Cangkuang di wilayah Kecamatan Leles Kabupaten Garut.

Di antaranya terdapat luas perairannya sekitar 40 hektare.

Namun akibat didera kemarau berkepanjangan, kini kondisi perairannya mengalami penyusutan sangat drastis.

Hingga mencapai sekitar 75 persen dari 40 hektare tersebut.

Hanya Bisa Kerap Dijadikan Sarana Nongkrong.
Hanya Bisa Kerap Dijadikan Sarana Nongkrong.

Padahal selama ini menjadi tumpuan pasokan pengairan jaringan irigasi persawahan, usaha perikanan darat masyarakat setempat, serta obyek tujuan wisata.

Namun sekarang perairannya berkondisi sangat miris bahkan memilukan, lantaran selama ini pun kian diperparah tertimbun sedikitnya 410 ribu kubik endapan lumpur.

Sehingga intensitas pendangkalannya juga menjadi sangat parah, berdampak kedalaman sumber daya air itu, menjadi berkisar 0,5 meter hingga 1,5 meter.

aa41Sedangkan idealnya minimal memiliki kedalaman berkisar satu hingga dua meter.

Sehingga obyek wisata potensial ini, semakin terancam menjadi areal padang rumput, sebab selain terjadi pendangkalan akibat tertimbun endapan lumpur, sarat pula ditumbuhi ragam tanaman liar.

Di antaranya eceng gondok, malahan kian menyebar tanaman liar jenis rumput walini.

Maka jika tak segera direhabilitasi secara menyeluruh dan tuntas bisa menjadi “legenda”, sebab seluruh perairannya bisa bakal rata dengan tanah.

Berkondisi Miris, Bahkan Sangat Memilukan.
Berkondisi Miris, Bahkan Sangat Memilukan.

Telisik investigasi Garut News, juga antara lain menunjukkan upaya pengerukan atawa rehabilitasi sumber daya air dan wisata tersebut, bisa menelan dana berkisar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar.

Menyusul sedikitnya 410 ribu kubik endapan lumpurnya, menyebar pada bagian selatan sekitar 250 ribu kubik, serta di bagian utara sekitar 160 ribu kubik endapan lumpur.

Petugas pengelola wisata pada Disparbud UPTD Cangkuang, Sukanda katakan selama September 2015 dikunjungi 1.530 wisatawan.

Menebalnya Endapan Lumpur, Serta Sarat Ragam Tanaman Liar. Menyumbat Jaringan Irigasi Teknis.
Menebalnya Endapan Lumpur, Serta Sarat Ragam Tanaman Liar. Menyumbat Jaringan Irigasi Teknis.

 

Kian Terancam Menjadi Hamparan Padang Rumput.
Kian Terancam Menjadi Hamparan Padang Rumput.
Kian Mendangkalnya Perairan yang Tersisa.
Kian Mendangkalnya Perairan yang Tersisa,

Terdapat 30 pengunjung di antaranya wisatawan mancanegara.

Sedangkan selama Agustus 2015 terdapat 1.927 pengunjung.

Kemudian selama Juli 2015 ada 6.652 pengunjung lantaran bersamaan liburan panjang Lebaran Idul Fitri.

Namun pada selama Juni 2015 bertepatan Puasa Ramadhan.

Hanya terdapat 1.0129 pengunjung, katanya. *****************

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here