Penyu Sisik dan Umbi Takka Jadi Maskot Hari Cinta Puspa dan Satwa 2014

0
85 views

Garut News ( Kamis, 06/11 – 2014 ).

Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) membutuhkan waktu beberapa napas di permukaan air dan kemudian menyelam untuk mencari makanan di padang lamun pulau kapur di Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia.(SHUTTERSTOCK / ETHAN DANIELS).
Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) membutuhkan waktu beberapa napas di permukaan air dan kemudian menyelam untuk mencari makanan di padang lamun pulau kapur di Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia.(SHUTTERSTOCK / ETHAN DANIELS).

Umbi Takka (Tacca leontopetaloides) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate) terpilih sebagai maskot Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2014.

HCPSN dirayakan setiap 5 November sebagai momentum gerakan pelestarian tumbuhan dan satwa lokal.

HCPSN 2014 bertema “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan.”

Umbi Takka dan Penyu Sisik dipilih karena mewakili keragaman biota pesisir dan laut.

Umbi takka atau kecondang merupakan salah satu tumbuhan bermanfaat yang bisa ditemukan di Indonesia.

Dengan pengolahan baik, patinya bisa dipakai sebagai bahan makanan sekaligus obat bagi penderita disentri, diare, dan busung lapar.

Sementara, penyu sisik merupakan satwa langka yang bisa dijumpai di tanah air. Hewan itu kini makin terancam karena aktivitas manusia.

Kawasan pesisir makin rusak, menyulitkannya bertelur.

Rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Selasa (6/11/2014) menyebutkan bahwa biota punya kontribusi 40 persen ekonomi dunia.

80 persen masyarakat miskin bergantung pada keanekaragaman hayati. 20.000 jenis biota dimanfaatkan untuk obat-obatan.

Sementara, perusakan terus terjadi. Dalam kurun waktu 200 – 2012, hutan Indonesia yang luasnya setara Sri lanka rusak.

Penebangan, perburuan, perdagangan liar satwa masih berlangsung hingga saat ini.

HCPSN menjadi momen untuk melestarikan biota Indonesia sekaligus mengeksplorasi pemanfaatannya secara adil.

Untuk konservasi, Indonesia telah mencanangkan 26,5 juta hektar lahan untuk kawasan perlindungan.

*******

Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here