Penyerapan Tenaga Kerja Garut Masih 2,42 Persen

0
153 views
Arief Rachman Berdialog Dengan Dadang Permana, Selasa (11/07-2017).

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 11/07 – 2017 ).

Arief Rachman Berdialog Dengan Dadang Permana, Selasa (11/07-2017).
Arief Rachman Berdialog Dengan Dadang Permana, Selasa (11/07-2017).

Berdasar catatan resmi Seksi Penempatan Kerja pada “Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi” (Disnakertrans) Kabupaten Garut, selama tujuh bulan terakhir sejak awal Januari hingga 11 Juli 2017 ini, penyerapan tenaga kerjanya masihsekitar 2,42 persen.

Lantaran dari 12.483 pencara kerja yang memproses pembuatan kartu angkatan kerja (AK1) maupun kartu kuning pada Disnakertrans kabupaten setempat di Jalan Patriot tersebut, yang terserap lapangan pekerjaannya 1.944 pekerja.

Namun Kepala Seksi Penempatan Kerja Arief Rachman katakan, dipastikan pula banyak yang telah memeroleh lapangan pekerjaan, tetapi mereka belumatau tidak melaporkannya.

Loker di Garut

Lantaran justru yang memerpanjang kartu angkatan kerjanya ternyata tak lebih dari 30 pencari kerja, katanya kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (11/07-2017).

Para Pendaftar Pencari Kerja.
Para Pendaftar Pencari Kerja.

Sedangkan 1.944 yang terserap lapangan pekerjaan itu, terdiri 1.800 bekerja di dalam negeri termasuk di kabupatennya, kemudian 109 bekerja di kawasan Asia Pasifik serta Asia tenggara, serta 35 bekerja di Korea Selatan.

Dikemukakan, 12.483 pencari kerja ini umumnya lulusan SMA/SMK mencapai 85 persen, selebihnya lulusan SD, SMP, Diploma, serta S1.

Selama ini setiap hari rata-rata berdagangan 400 pencari kerja ke Disnakertrans Garut.

Arief Rachman menyatakan pula, selama ini senantiasa berupaya maksimal memfasilitasi para pencari kerja dengan penyedia lapangan pekerjaan, termasuk menyelenggarakan pelatihan bagi para calon tenaga kerja.

Bahkan, juga membangun komunikasi dengan para mantan TKI di luar negeri, termasuk dengan Dadang Permana (49), yang pernah melaksanakan kontrak kerja di Korea Selatan selama hampir lima tahun, di bidang manufaktur.

Dia bekerja pada bidang elektronik pembuatan lemari pendingin, dan mesin cuci, yang kini berdomisili kembali di Kota Garut dengan menggeluti usaha mandiri di bidang perdagangan beras.

Dadang Permana kepada Garut News mengatakan, kini tengah memproses perijinan pendirian  “Lembaga Pelatihan Kerja” (LPK) diberinya nama “Cluk-Clak”,  khusus menyelenggarakan pendidikan dasar kepada para calon TKI agar mahir berbahasa dan menulis “Hangeul” maupun berbahasa Korea.

Setiap angkatan berlangsung selama tiga bulan dengan biaya setiap peserta Rp3 juta, yang bisa dicicil sesuai dengan kemampuan sosial ekonomi mereka, namun tahap awal hanya diperuntukan bagi 30 peserta.

Tujuannya saling membantu, sebab dirinya pun pernah dilatih Disnaker setempat bidang kewirausahaan, ungkap Dadang Permana.

Dia pun menyerukan, agar para TKI di luar negeri senantiasa memiliki bekal keterampilan, jujur, bermental positip dan tangguh, serta beretos kerja tinggi.

Pada bagian lain keterangannya, Arief Rachman katakan, kini antara lain memfasilitasi permintaan tenaga kerja perempuan oleh perusahaan pembuatan rel gorden di Kecamatan Leles, juga pada 13 Juli 2017 diagendakan berlangsung sosialisasi hukum dan ketentuan Arab Saudi di Gedung Pendopo Kabupaten dengan nara sumber dari KBRI yang pesertanya para pejabat setempat dan masyarakat.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here