Penyelundupan Kupu-kupu Langka Papua Digagalkan

0
295 views
kupu-kupu langka berjenis sayap burung goliath (Ornithoptera goliath) Jantan.

Red: Bayu Hermawan

Fotografer : John Doddy Hidayat.

kupu-kupu langka berjenis sayap burung goliath (Ornithoptera goliath) Jantan.
Kupu-kupu paling langka berjenis sayap burung goliath (Ornithoptera goliath) Jantan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggagalkan upaya penyelundupan kupu-kupu langka berjenis sayap burung goliath (Ornithoptera goliath), yang dilakukan seorang warga negara Perancis berinisial DL. Kupu-kupu itu diambil dari Kampung Mokwam, Pegunungan Arfak, Papua.

“Kupu-kupu yang diseludupkan ini jenis kupu-kupu yang paling langka dan akan diselundupkan ke Prancis,” kata penyidik KLHK Adrianus Mosa, Ahad (5/3).

Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Maluku Papua berhasil mengungkap upaya penyelundupan fauna yang dilindungi ini pada Kamis (2/3). Barang bukti yang berhasil diamankan, menurut dia, berupa satu ekor kupu-kupu dewasa dalam kondisi sudah mati dan empat ekor kepompong dalam kondisi hidup.

“Setelah melakukan proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), kami langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka,” ucapnya.

Ragam Kupu-kupu paling langka di Dunia berjenis sayap burung, Asal Jazirah Pegunungan Tengah Papua.
Ragam Kupu-kupu paling langka di Dunia berjenis sayap burung, Asal Jazirah Pegunungan Tengah Papua.

Barang bukti penyelundupan telah diamankan di kantor Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua. Tersangka dikenakan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana 5 tahun dan denda Rp100.000.000.

Menurut Adrianus, pelaku datang ke Manokwari pada 25 Februari 2017 dan menginap di Hotel Mangga, dan melanjutkan perjalanan esok harinya ke Pegunungan Arfak. Pelaku mendapatkan satwa kupu-kupu dilindungi tersebut di Kampung Mokwam.

Dari perkembangan sementara, perbuatan melanggar hukum ini direncanakan pelaku setelah datang ke Arfak pada 2016. Pada kedatangan pertama, pelaku membuat dokumentasi foto tentang kupu-kupu jenis langka di dunia itu, dan di 2017 datang kembali dan berupaya menyelundupkan kupu-kupu tersebut ke negara asalnya.

Hingga saat ini PPNS KLHK masih melakukan pendalaman penyidikan dengan menghadirkan Dosen Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat, sebagai penterjemah.

Sumber : Ant.

***********

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here