Penyelenggaraan UN Kabupaten Garut “Diklaim” Berlangsung Lancar

0
5 views

Garut News ( Kamis, 16/04 – 2015 ).

Dadang Hidayat.
Dadang Hidayat.

Penyelenggaraan “Ujian Nasional” (UN) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 13-15 April 2015, “diklaim” berlangsung lancar, dan tuntas.

Demikian dikemukakan Kepala Seksi Bina SMA/SMK pada Disdik kabupaten setempat, Dadang Hidayat juga diakui Kepala Seksi SMA, Hj. Lilis.

Kepada Garut News, Kamis (16/04-2015), mereka mengemukakan meski lama tempuh dari Kota Garut ke wilayah Kecamatan Talegong berlangsung selama lima jam.

Namun dipastikan tak terjadi kebocoran soal, lantaran mendapatkan pengawalan aparat, katanya.

Diakui pula, dari sekitar 24.887 peserta UN di kabupatennya tahun pelajaran 2014-2015 ini, terdiri 11.927 perempuan serta 12.960 peserta laki-laki.

Namun hanya terdapat 720 peserta di antaranya, yang berbasiskan komputer atawa online. Sedangkan 24.167 peserta UN lainnya proses pengerjaan soalnya melalui lembar tertulis, maupun manual.

Penyelenggaraan UN secara online tersebut, dilaksanakan dua satuan pendidikan masing-masing SMAN 1 Garut dengan 410 peserta terdiri 151 laki-laki dan 259 perempuan.  Serta SMKN 3 Garut dengan 310 peserta terdiri 68 laki-laki dan 242 perempuan.

Hj. Lilis Pantau Langsung Proses pengiriman LJK UN Tujuan UPI bandung.
Hj. Lilis Pantau Langsung Proses pengiriman LJK UN Tujuan UPI bandung.

Dari total sekitar seluruh 24.887 peserta UN ini, meliputi 10.912 peserta dari 111 SMK Negeri/Swasta, kemudian 5.294 peserta dari 108 MA Negeri/Swasta, serta 8.681 peserta dari 75 SMA Negeri/Swasta.

Dikemukakan, peserta UN dari SMK Negeri/Swasta meliputi 6.558 laki-laki dan 4.354 perempuan, disusul peserta UN dari MA Negeri/Swasta meliputi 2.479 laki-laki dan 2.794 perempuan atawa lebih banyak peserta perempuannya.

Sedangkan peserta UN dari SMA Negeri/Swasta meliputi 3.905 laki-laki dan 4.776 perempuan, juga peserta perempuannya lebih banyak.

“Ombudsman RI”

Dalam pada itu, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat membuka Pos Pengaduan “Ujian Nasional” (UN), dan “Penerimaan Peserta Didik Baru” (PPDB) 2015/2016, dari 10 April hingga 30 Agustus 2015.

Pemerintah antara lain diharapkan memerhatikan hal-hal seperti tak mengaitkan/memsyaratkan pelunasan (tunggakan) kewajiban administrasi keuangan siswa dengan hak-hak siswa mengikuti ujian, memeroleh hasil ujian, Rapor, SKHUN, Ijazah dan lain-lain.

Menjaga akuntabilitas penyelenggaraan UN dengan melakukan pengawasan optimal mencegah praktik kecurangan, baik yang dilakukan secara individual maupun sistematis.

Memberikan pelayanan khusus pada para penyandang disabilitas menjadi peserta UN, dan tak memerlakukan dan/atau membuat kebijakan diskriminatif terhadap mereka.

Pemerintah juga harus menyampaikan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sesuai jadwal ditentukan, dan tak melakukan penundaan penyampaian Hasil SKHUN pada siswa agar bersangkutan tak kehilangan kesempatan memilih sekolah diinginkannya selama Penerimaan Peserta Didik Baru nantinya.

Bagi masyarakat Jawa Barat bisa berpartisipasi dalam Pos Pengaduan dengan menyampaikan laporan melalui SMS di nomor 082214138094 atau datang langsung di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Jalan Kebunwaru Utara Nomor 1 Bandung, setiap Hari dan Jam Kerja, Tlp. (022) 710 3733/7219902, Fax (022) 7104372, e-mail: pengaduan.ombudsmanjabar@gmail.com.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.