Penyebaran Coronavirus di Garut Membentuk Klaster

0
11 views
Wajah Suram Kemiskinan di Garut.

“Fokuskan Zona Penyebaran”

Garut News ( Kamis, 18/06 – 2020 ).

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, SE, M.Si katakan berdasar hasil pembahasan Gugus Tugas Covid-19 di Bappeda setempat, kini tak bisa lagi berbicara level kecamatan sebab pola penyebaran virus di Garut membentuk klaster atau zona.

“Sampai sekarang, pemeriksaan PCR kita masih sangat sedikit sehingga belum bisa memberi gambaran tepat. Jadi, kita tetap mengikuti arahan Provinsi Jabar. Garut itu kuning untuk beberapa wilayah konfirm positif. Ini keterangan Bappeda,” katanya.

Merenung Bagaikan Gunung.

Pelaksana Teknis Kepala Bappeda Garut Agus Ismail mengakui, penanganan Covid-19 di kabupatennya lebih memokuskan penanganan zona lebih kecil yakni zona kawasan/kampung/dusun berdasarkan klaster penyebaran.

Penentuan klaster pun diawali data konfirmasi positif Covid-19, terutama yang terjadi transmisi lokal, dan klaster-klaster memiliki resiko penyebaran tinggi.

Karena itu, disebutkan Garut terus berupaya memerbanyak tes Covid-19 agar bisa segera memetakan pola sebaran virus.

Menapaki Jeratan Kemiskinan.

“Inti penanganan Covid-19 pada pemeriksaan swab/PCR, serta kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” katanya pula, Kamis (18/06-2020).

Namun, pelaksanaan tes atau pengambilan swab tes Covid-19 hingga kini masih relatif kecil. Padahal, tes Covid-19 tersebut sangat penting sebagai bahan analisis agar dapat diperoleh pemetaan pola sebaran virus secara jelas.

“Intinya harus ada partisipasi seluruh masyarkat. Sehebat apapun program pemerintah tanpa partisipasi masyarakat, tak ada hasilnya. Kita bersyukur sekarang ada alat PCR di RSUD dr Slamet, meski masih terbatas,” ujarnya.

Tes Covid-19 pengambilan sampel swab di Kecamatan Selaawi merupakan terbanyak kasus positif pun meleset dari target 1.600 lebih. Hingga 17 Juni 2020 baru 861 orang berhasil diambil sampel swab-nya. Itu pun dua tahap. Pada 11 Juni 2020, 358 mengikuti skrining/PCR, dan 16 Juni 2020 diikuti 503 orang.

Berdasar update data 2020-06-18, Pukul 18:56:40 WIB dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, menunjukan total kasus 4.602 orang. Positif 25, PDP 76, ODP 2.692, serta OTG mencapai 1.809 kasus.

Maka penanganan di kabupaten ini memokuskan perhatian pada klaster penyebaran pada zona kawasan/dusun/kampung yang lebih kecil dari zona kecamatan.

Sedangkan sebelumnya dilakukan merujuk pada pemetaan levelisasi kewaspadaan Covid-19 per kecamatan disimbolkan level merah, kuning, biru hingga hijau.

Periode 24 April hingga 5 Juni 2020, ada enam dari 42 kecamatan berlevel merah. Terdiri Kecamatan Selaawi, Banyuresmi, Kadungora, Leuwigoong, Tarogong Kaler, dan Kecamatan Garut Kota.

Ada delapan kecamatan level kuning, yakni Kecamatan Cigedug, Cisurupan, Wanaraja, Cikajang, Cibatu, Tarogong Kidul, Cibalong, dan Kecamatan Malangbong, enam kecamatan level biru, Kecamatan Karangpawitan, Kersamanah, Samarang, Bayongbong, Cilawu, dan Leles. 22 kecamatan lainnya berlevel hijau.

******

Abisyamil, JDH/Foto : John Doddy Hidayat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here