Penyandang Disabilitas Berhak Terakomodir Mendapatkan Peluang Kerja

Penyandang Disabilitas Berhak Terakomodir Mendapatkan Peluang Kerja

458
0
SHARE
"From Disability to Artability, Equality, and Equity"
“From Disability to Artability, Equality, and Equity”

Garutnews ( Jum’at, 08/09 – 2023 ).

Senantiasa diperlukannya peningkatan perhatian serius terhadap masyarakat penyandang disabilitas maupun berkebutuhan khusus, sebagai upaya nyata pemenuhan hak juga kesempatan sama sebagai WNI.

Tak hanya pada bidang pendidikan, dan kesehatan melainkan pula sosial ekonomi. Lantaran mereka bukan hanya berhak hidup layak hingga bisa mandiri secara ekonomi melalui ragam pemberdayaan keterampilannya seperti selama ini dilakukan.

Bahkan berhak pula mendapatkan peluang bekerja di sektor pemerintah serta swasta, sebagaimana diamanatkan Undang Undang.

Namun, sudahkah pemerintah khususnya Pemkab Garut, mengakomodir perolehan hak-hak bekerja para kaum disabilitas tersebut?

Sudahkah dapat terakomodir di BUMN/BUMD atau pada perusahaan-perusahaan swasta terdapat di Kabupaten Garut ?

Demikian mengemuka pada Talkshow “Pemberdayaan Masyarakat Luar Biasa Berbasis Ekonomi Kreatif Perspektif Prinsip Keadilan” dalam rangkaian Special Education Expo 2023 bertema “From Disability to Artability, Equality, and Equity”

Helatan digelar Disdik Provinsi Jabar di Gedung Art Center itu, menghadirkan narasumber Presiden Mahasiswa BEM KEMA STIE Yasa Anggana Garut Mumtaz Syamil Apip, Kamis (07/09-2023).

Pria akrab disapa Emil ini mengingatkan, UUD RI 1945 pasal 28D ayat (2) pun mengamanatkan, “Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerjaā€¯.

Salahsatu perwujudannya, mengharuskan seluruh WNI terpenuhi hak-hak pekerjaannya. Tak terkecuali para penyandang disabilitas atau difabel.

“Sedangkan pemerintah merupakan penjamin utama hak-hak tersebut bisa dipenuhi. Demikian pula dengan hak sama bagi tenaga kerja penyandang disabilitas, terutama untuk memperoleh pekerjaan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ungkap Emil, juga diatur pemerintah, BUMN, BUMD wajib memekerjakan paling sedikit dua persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Termasuk pada perusahaan swasta wajib memekerjakan paling sedikit satu persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai maupun pekerjanya.

Regulasi tersebut diatur lebih rinci dalam UU Nomor 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Apakah di Garut bisa terakomodir ? Persoalan ini sepertinya masih kurang tersentuh, sehingga mesti kita dorong terus agar menjadi perhatian bersama,” ingatnya pada acara dipandu Sekretaris Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Jabar juga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisba Don Subagja tersebut.

Diharapkan Emil, melalui kegiatan Special Education Expo itu masyarakat luas dapat lebih membuka mata, dan peka terhadap lingkungan sekitar, katanya.

“Kami sampaikan terimakasih serta tetap semangat kepada Para Guru Pendamping dari setiap Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Jabar yang senantiasa membimbing, dan memberikan arahan bagi para siswa penyandang disabilitas,” bebernya.

Sekdis Pendidikan Provinsi Jabar Yesa Sarwedi Hamiseno katakan, anak-anak berkebutuhan khusus wajib diberikan kesempatan sama dengan anak-anak lain agar bisa memeroleh pendidikan.

Sekaligus memberi kepercayaan tetap berkreasi, dan beraktivitas meningkatkan kompetensi pada peningkatkan kemandirian serta percaya diri setelah lulus sekolah.

Diharapkannya, penyelenggaraan beberapa kegiatan seperti Special Education Expo 2023, dapat meningkatkan percaya diri serta pola pembelajaran nantinya disampaikan kepada anak berkebutuhan khusus.

Juga, hasil kegiatan mereka bisa didengar perusahaan-perusahaan hingga dapat berkolaborasi.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Maskut Farid menyatakan, saat ini, di Garut berpopulasi penduduk sekitar 2,7 juta jiwa. Memiliki 35 SLB.

*******

Abisyami, Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY