Penyalahgunaan/Peredaran Gelap Narkoba di Kampus Merebak Marak

by

Jakarta, Garut News ( Jum’at, 29/11 ).

Jumpa Pers. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).
Jumpa Pers. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).

Penyalahgunaan, dan peredaran gelap Narkoba di lingkungan kampus kota Bekasi semakin merebak marak.

Terbukti dengan pengungkapan sindikat jaringan Narkoba dimotori seorang mahasiswa, dibantu empat rekan sepermainannya.

Mereka terdiri ND (DPO), DV, HD, SD, serta RV.

Lantaran tergiur keuntungan bisnis Narkoba, dan rasa setia kawan tinggi, mereka nekat berjualan sabu sekedar untuk berfoya-foya.

Sebelumnya, mereka menghabiskan waktu remaja bersama ketika tinggal di Yogyakarta.

Dalam pergaulannya, biasa menghisap ganja.

Seperantauan ke Jakarta, kelima sahabat ini bertemu lagi dan menjelma menjadi sekawanan penjahat Narkoba.

Terungkapnya kasus ini, berawal informasi masyarakat pada Badan Narkotika Nasional (BNN).

Petugas BNN kemudian melakukan penyelidikan, membongkar kasus ini.

Barang Bukti. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).
Barang Bukti. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).

Upaya ini mencapai titik terang ketika tim BNN berhasil mengamankan dua orang mengaku SS(36), dan IK(23).

Keduanya diamankan di kawasan Jalan Siliwangi, Bekasi pada 22 November 2013, sekitar pukul 17.00.

Dari kedua tersangka, petugas BNN menyita 23,64 gram sabu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya mengaku mendapat barang tersebut dari ND, kini masih dalam pengejaran (DPO).

SS dan IK belum tahu rencana selanjutnya atas barang tersebut, sebab mereka hanya diperintah mengambilnya.

Petugas BNN kemudian melakukan pengembangan pada sebuah alamat di perumahan Griya Puspa Indah, Bekasi, dan mengamankan  DV(19) dan HD (20), namun tak berhasil mendapatkan ND.

Keduanya diamankan petugas BNN lantaran menguasai Narkotika jenis sabu.

Dari tangan DV disita sabu seberat 317,4 gram, dan dari HD disita sabu seberat 1,84 gram.

Menurut DV, sabu seberat lebih tiga ons tersebut, akan dijual atas perintah dari ND.

Sementara itu 1,84 gram sabu di tangannya titipan dari ND.

DV dan HD merupakan saudara sepupu ini ditugaskan mengemas sabu ke dalam plastik, dan modus transaksi mereka lakukan, dengan menempelkan sabu tersebut di tempat-tempat tertentu.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di kos DV.

Saat dilakukan penggeledahan, seorang pria bernama SD(19) datang menemui DV.

Berdasar informasi dari DV, SD ini menerima sabu seberat 565,7 gram sehingga akhirnya petugas mengamankan SD.

Tim BNN kemudian melakukan penggeledahan di rumah SD di kawasan Rawa Lumbu Bekasi.

Di rumah ini, petugas menyita sabu seberat 565,7 gram.

SD saat ini, tercatat sebagai seorang pegawai honorer di salah satu instansi pemerintahan.

Berdasar keterangan SD, ia nekat terlibat jaringan Narkoba lantaran setia kawan dengan rekan-rekan sebayanya.

Ia tak menolak ketika diminta menyimpan sabu seberat 565,7 gram itu oleh RV (21) seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan.

Setelah dilakukan pengembangan, akhirnya RV ditangkap petugas di belakang kantor kelurahan Rawa Lumbu, Bekasi.

Demikian Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Jum’at (29/11).

****** John.