Penularan Covid-19 Sebabkan Delapan Perubahan Pagu PUPR Garut

0
11 views
Wabup Garut.

“Sediakan Tanah Hibah Gudang Bulog”

Garut News ( Rabu, 23/09 – 2020 ).

Semakin gawatnya penularan Covid-19 juga sebabkan sedikitnya delapan kali perubahan alokasi APBD Kabupaten Garut pada Dinas PUPR, sejak disahkan penetapannya pada 3 Januari 2020.

Data Tim Surveilans Dinkes kabupaten setempat tervalidasi menunjukan, penambahan positif wabah predator pandemi maut hingga, Selasa (22/09-2020), totalitas terpapar COVID-19 mencapai 7.318 terdiri Kontak Erat 4.099 kasus (824 isolasi mandiri, dan 3.275 discarded/selesai pemantauan).

Kemudian Suspek 3.018 kasus (42 isolasi mandiri, empat Isolasi RS/perawatan, 2.935 discarded/selesai pemantauan, dan 37 meninggal, serta 0 kasus. Sedangkan Konfirmasi Positif 201 kasus (satu isolasi mandiri, 84 isolasi RS/perawatan, 107 kasus sembuh, dan sembilan kasus meninggal). Maka total meninggal dunia mencapai 46 orang.

Gun Gun Sukma Utama, ST

Dalam pada itu, Kabid Bina Program pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Gun Gun Sukma Utama, ST katakan, semula pagu awalnya terdiri DAU dan DAK bernilai Rp439 miliar lebih, kemudian ada perubahan Banprov Rp312 miliar sehingga menjadi Rp751 miliar per Februari 2020.

Namun setelahnya, ada pergeseran DAK Rp15 miliar dari PUPR ke BPKPD dilanjutkan efisiensi DAK sekitar Rp45 miliar, bulan berikutnya juga terdampak efisiensi dari Banprov Rp312 miliar dikurangi Rp156 miliar menjadi Rp156 miliar.

Selanjutnya berturut-turut antara lain terkena pangkas DAU Rp200 miliar, pada parsial VII jumlah anggaran Dinas PUPR dari tiga sumber dana Rp391 miliar, bulan sebelumnya ada penambahan masuk dari DAK cadangan sehingga sampai sekarang Rp399 miliar.

Maka terdapat pengurangan pagu anggaran sekitar Rp352 miliar sangat signifikan, kendati ada lagi penambahan sekitar Rp16 miliar dari APBD Perubahan 2020. Namun berpengaruh terhadap program kegiatan direncanakan, seperti halnya penataan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul berupa pembangunan acuatik, dan lapangan sepakbola.

Demikian pula pada Jalan Baru Kadungora-Leles, Jalan Lingkar Cipanas, Jalan Cibudug-Cipicung, Jalan Mekar Bhakti-Bungbulang, serta Pembangunan Jembatan Cimanuk-Copong. Padahal berpotensi strategis pertumbuhan perekonomian, namun terpaksa pelaksanaannya ada yang dibatalkan tahun ini.

Termasuk pada peningkatan jalan, rehab jalan juga pembebasan tanah, yang kini kembali dijadwal ulang untuk tahun depan, telah dimasukan pada rancangan KUA PPAS Dinas PUPR tahun anggaran 2020-2021 guna dibahas DPRD kabupaten setempat.

Dikatakan tetap maksimal memanfaatkan dana tersedia dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur dasar, kemudian infrastruktur ekonomi, dan infrastruktur bernilai komersial.

Di antaranya pada lintasan sejauh 7,5 kilometer dan lebar menjadi tujuh meter dari semula lima meter antara Cibudug-Cipicung di Kecamatan Banyuresmi guna menunjang pengembangan potensi wisata Situ Bagendit berkontruksi hotmix.

Kemudian di Leuwi Tonjong, Curug Cibadag Cihurip, dan Sangiang Taraje, bahkan termasuk digunakan pembangunan poros desa/kecamatan sebagai akses pengembangan wilayah, dan pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan urat nadi akses vital berlangsung pula di wilayah Kecamatan Cisompet, Peundeuy, Cihurip, Mekarmukti, Pakenjeng, Pamulihan, Bungbulang, dan di wilayah Kecamatan Cisewu, katanya.

“Sediakan Tanah Hibah Gudang Bulog”

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman di Kantor Dinas PUPR, Senin lalu juga antara lain katakan Pemkab Garut kini menyediakan tanah dan beragam kajiannya termasuk akses jalan masuk 600 x15 meter guna dihibahkan pada pembangunan gudang Bulog.

Sedangkan keseluruhan tanah yang diperlukan gudang beras berkapasitas 120 ton setiap hari mencapai sekitar 15,4 hektare, direncanakan berlokasi  di Desa Pamekarsari Kecamatan  Banyuresmi dengan kebutuhan biaya pembebasan sekitar Rp6,5 miliar.

Namun tahap pertama pembebasan sekitar tujuh hektare dengan ketersediaan dana Pemkab Garut saat ini sekitar Rp1 miliar, berlokasi berdekatan jalan keluar tol Kadungora-Leles.

Helmi Budiman mengemukakan pula, pandemi Covid-19 berpengaruh pada terhambatnya pembangunan inprastruktur, sehingga terjadi pengurangan anggaran  guna dialokasikan pada percepatan penanganan wabah tersebut.

******

Esay/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here