Pentingnya “Aqliyah” (Sambungan)

0
12 views
Ust. Sofwan Setiawan, S.Pd.I.
Manfaat Pohon Bidara.

“Aqliyah” 

Kemudian melakukan Aqliyah, yakni memelajari dan mengkaji ajaran Islam dengan logika akal dan ilmu, lantaran dalam QS An Nisa 76 pun menyebutkan “Sesungguhnya Tipu Daya Syetan itu Lemah”.

“Namun tetap bisa mengganggu akibat manusianya lemah, karena itu jangan lemah dan lengah terhadap gangguan serta godaan syetan,” imbuh Ust. Sofwan Setiawan dihadapan para santri ikhwan dan akhwat juga tamu undangan lainnya.

Memproduk Juice Daun Pohon Bidara.

Dikemukakan pula, selain dapat melaksanakan Rukiyah secara mandiri. Diperlkukan pula upaya penanggulangan penyebab terjadinya gangguan jin sebagai akar permasalahannya, agar tak kembali mendapatkan gangguan.

Sehingga melakukan Rukiyah harus berproses, yang kerap tak bisa secara mendadak sontak  bisa sekaligus menuntaskan masalah. Sebab penyakit pun timbul tak secara serta merta melainkan melalui proses pula.

Proses Melepas Gangguan Jin.

Meski demikian Al-Qur’an sebagai solusi juga jawaban terhadap beragam permasalahan manusia.

Layaknya pengobatan modern, model pengobatan Rasulullah SAW dilakukan dengan dikonsumsi (makan atau minum) dan tindakan. Beberapa penganan yang kerap dikonsumsi Rasulullah, yakni madu, kurma, habatusauda, kamah (cendawan), hingga air putih.

“Sementara itu, Rasulullah SAW melakukan tindakan untuk pengobatan seperti berbekam, kay, dan Ruqiyah.”

Proses Membersihkan Gangguan Jin Setelah Meminum Juice Daun Pohon Bidara.

Ruqiyah adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) digunakan melindungi orang terkena penyakit, seperti panas disengat hewan, kesurupan, dan yang lainnya. Ruqiyah juga ayat-ayat Al-Qur`an dibacakan terhadap orang terkena ragam penyakit dengan mengharap kesembuhan.

Ruqiyah pun bermakna syariat doa dan bacaan mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Tentunya Ruqiyah paling utama doa dan bacaan bersumber dari Al-Qur`an dan as-sunnah.

“Di Tengah Pandemi” (bersambung…..).

Esay/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here