Peningkatan Temuan Corona Gugah DT Peduli Turun Gunung

0
54 views
Ricky R Darajat, SH.
DT Peduli Turun Gunung Strilkan Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

“Sterilkan Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya”

Garut News ( Jum’at, 27/03 – 2020 ).

Terjadinya peningkatan temuan dugaan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, kian menggugah empati sosial DT (Daarut Tauhiid) Peduli turun gunung antara lain guna mensterilkan Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Manager Program Cabang DT Peduli Garut, Dehari Teguh Aji bersama stafnya Ade Rahmatillah juga dibantu dua personil dilengkapi ragam peralatan. Mereka menyiramkan disinpektan untuk membasmi virus corona di Ponpes Modern Digital Tahfidz Qur’an itu.

Pegangan Tangga pun Disemprot Cairan Disinpektan.

Diselenggarakan seusai berakhirnya waktu Shalat Jum’at (27/03-2020) di Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Garut.

Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta katakan kolaborasi dengan DT Peduli ini sebagai jalinan kebersamaan yang solid membasmi virus Covid-19 dengan beragam upaya.

Sterilkan Kobong Maupun Asrama Santri.

Lantaran dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 kabupaten setempat, Juru bicaranya Ricky R Darajat, SH mewartakan, meski perkembangan kasus corona di kabupaten ini hingga Jum’at (27/03-2020) sampai Pukul 17.00 WIB belum ditemukan kasus Covid-19 Positif.

Namun jumlah kasus dugaan Covid-19 secara keseluruhan sampai hari ini mencapai
439 kasus terdiri 15 kasus PDP, dan 424 ODP.

M. Angga Saksikan Sterilisasi.

Pada hari ini pun, terdapat kasus PDP baru yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut sebanyak empat kasus, yaitu tiga dewasa masing-masing perempuan 55 tahun, laki-laki 72 tahun,  laki-laki 58 tahun serta satu  PDP balita perempuan tiga tahun.

Juga pada hari ini ada satu PDP bayi berjenis kelamin perempuan usia 10 bulan bisa pulang dinyatakan sembuh. Sehingga total PDP yang dirawat tujuh orang (empat PDP baru, dan tiga PDP lama).

Kantor Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Semua PDP yang dirawat dilakukan tatalaksana kasus, termasuk pengambilan
spesimen untuk pemeriksaan laboratorium ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi
Jawa Barat (mulai hari ini), mengingat dan menimbang Jakarta sudah Red Zone (zona Merah).

Pada hari ini pula, dilaporkan penemuan kasus ODP mencapai 103 kasus, atau
secara komulatif sampai hari ini ditemukan 424 kasus, dimana 24 ODP
dinyatakan selesai masa pemantauannya, 52 proses perawatan di rumah sakit dan
Puskesmas, serta 348 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Seluruh Celah Koridor Disterilkan.

Sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat dan Instruksi Bupati Garut, tentang pelaksanaan Rapid Diagnosis test (RDT) secara masif khusus terhadap kelompok kontak risiko tinggi yaitu anggota HIPMI Garut 18 orang.

Mereka sebelumnya mengikuti kegiatan Musda XVI Jawa Barat di Karawang, maka pada hari ini dilaksanakan pemeriksaan RDT di Laboratorium Kesehatan Daerah.

Wahana Berolahraga.

Adapun hasinya ke 18 orang tersebut dinyatakan NEGARIF dan bisa dikategorikan AMAN.

Selain itu, secara bertahap dilakukan pula RDT diprioritaskan pada kasus Covid-19  berstatus ODP dan PDP, rencana pelaksanaannya terjadwal sesuai wilayah kerja Puskesmas setelah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, imbuh Ricky Rizki Darajat kepada Garut News.

Wujudkan Perilaku Hidup Bersih, dan Sehat.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here